Kasus PT Heinz ABC Indonesia Cacing Parasit Pada Produk Makarel
PT Heinz ABC
Indonesia
PT. Heinz ABC Indonesia (Heinz ABC)
adalah salah satu anak perusahaan dari H.J. Heinz Company Limited, sebuah
perusahaan multinasional berbasis di Amerika Serikat dengan sejumlah brand yang
terkenal di dunia. Heinz telah berdedikasi selama lebih dari 140 tahun memenuhi
kebutuhan konsumen setiap harinya di seluruh dunia. Keberhasilan ini dibangun
dengan landasan yang kokoh dalam menyediakan konsumen dengan makanan dan
minuman yang unggul dalam rasa, bergizi dan memiliki kualitas yang konsisten.
Kantor Heinz ABC Indonesia berlokasi di Jl. Kh. Wachid Hasyim No.117A,
Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67116, Indonesia.
Pada awal tahun 2018, masyarakat
Indonesia dikejutkan dengan penemuan cacing parasit pada sejumlah produk olahan
makarel kemasan kaleng. Kabar ini berawal dari laporan Badan Pemeriksa Obat dan
Makanan (BPOM) Kepulauan Riau, sehingga BPOM RI menindaklanjuti laporan
tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran, terdapat 27 merek yang terindikasi
makarel berparasit yang meliputi produk lokal, seperti ABC, Botan, CIP, Dr.
Fish, Fiesta Seafood, Gaga, King’s Fisher, Maya, Pesca, Pronas,dan Ranesa.
Sedangkan untuk produk impor, meliputi ABT, Ayam Brand, Dongwon, Farmerjack,
Hoki, Hosen, IO, Jojo, LSC, Nagos, Naraya, Pohsung, S&W, Sempo, TSC dan
TLC.
Bahan baku ikan makarel diperoleh dengan
mengimpor dari Cina. Keberadaan cacing parasit tersebut diduga karena
ketidakseimbangan ekosistem laut yang menyebabkan ledakan populasi cacing
Anaskis.
SEGMENTASI
PUBLIK
1.
External public :
Pelanggan, Importir, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Alasannya adalah karena
ketiga pihak tersebut bukan merupakan bagian dari organisasi secara struktural.
Internal
public : Dewan Direksi, Dewan
Komisaris, dan Buruh
Alasannya adalah karena ketiga
pihak tersebut merupakan bagian dari organisasi.
2.
Primary public :
Pelanggan, Ritel, dan Investor
Alasannya adalah karena
ketiga pihak tersebut merupakan pihak yang paling berpengaruh terhadap
eksistensi perusahaan.
Secondary
public : Media, Agensi Iklan,
Alasannya adalah karena
pihak-pihak di atas berperan sebagai pendukung eksistensi perusahaan.
Marginal
public : Kementerian Kesehatan,
Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Kementerian Perdagangan
Karena ketiga pihak di atas
tidka berhubungan secara langsung dengan perusahaan tetapi memiliki pengaruh
yang berkaitan dengan kegiatan seupervisi dan pembuat regulasi.
3.
Traditional public :
Pelanggan, Investor, dan Media
Alasannya adalah pelanggan meruapakan publik yang sudah
berhasil didapatkan, begitu pula dengan investor. PT Heinz ABC Indonesia
memiliki hubungan yang baik dengan media, terbukti dari berita-berita yang
muncul menunjukkan bahwa perusahaan memang diterpa isu tersebut dan tetap
berusaha kooperatif menjalani pemeriksaan.
Future public :
calon pelanggan, calon karyawan yang bertalenta, dan brand ambassador
Ketiga pihak tersebut merupakan publik yang ditargetkan
agar perusahaan dapat terus menjadi pemimpin pasar dan meningkatkan pendapatan.
4. Proponent : pelanggan loyal, perusahaan induk,
dan pemerintah
Pihak-pihak tersebut tetap mendukung Heinz ABC saat
menghadapi kasus tersebut. Pelanggan yang loyal akan tetap mendukung perusahaan
dan memberikan kesempatan kedua untuk melakukan pemulihan setelah diterpa
masalah. Perusahaan induk juga tetap berperan sebagai back-up management, serta pemerintah yang tidak menyudutkan
perusahaan atas kejadian ini karena bersifat massal.
Opponent : BPOM, Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia (YLKI), dan kompetitor
Alasannya karena BPOM dapat berperan sebagai pendukung
atau bahkan juga dapat mengancam perusahaan seperti pada kasus ini, seperti
perintah penarikan produk (product recall)
yang dapat merugikan perusahaan. YLKI menginginkan penarikan produk bukan hanya
sebatas kegiatan simbolik namun juga investigasi dari hulu hingga ke hilir.
Sedangkan kompetitor melihat situasi ini sebagai celah untuk menarik perhatian
konsumen.
Uncomitted public : masyarakat
Karena masyarakat secara luas tidak berkomitmen dengan
perusahaan Heinz ABC.
5. Silent majority : Buruh karyawan,
Distributor, dan Ritel
Ketiga pihak tersebut memilih bersikap diam dan tidak
ingin ikut terlibat dalam isu yang beresiko terhadap citra perusahaan dan citra
merek.
Vocal minority :pelanggan yang pertama menemukan,
BPOM, dan YLKI
Karena ketiga pihak tersebut aktif dalam memberikan
perkembangan informasi terkini mengenai kasus makarel berparasit cacing di
media mainstream.
Nama : Resqia Indah Atsila
NPM : 0441 16 217
Kelas : Humas 3

Komentar
Posting Komentar