2,5 JUTA PRODUK SAMSUNG GALAXY NOTE 7 DITARIK DARI PEREDARAN
Perusahaan
smartphone raksasa asal Korea
Selatan, Samsung harus menarik 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 dari
peredaran. Kabarnya, sekitar 1 juta unit di antaranya sudah sampai di tangan
konsumen. Sejak dirilis pada Agustus 2016 hingga 1 September 2016, Samsung
sudah menerima sebanyak 35 laporan secara global bahwa produk terbarunya
terbakar bahkan meledak. Untuk menanggapi laporan tersebut, Samsung melakukan
investigasi mendalam. Dari hasil investigasi diperoleh fakta bahwa adanya
anomali baterai di beberapa unit, sehingga penjualannya di semua negara
dihentikan untuk sementara. Atas insiden ini, Samsung menyatakan keselamatan
konsumen adalah prioritas absolut. Di
Indonesia sendiri, proses pre-order
Note 7 telah dihentikan dan konsumen dijanjikan akan mendapat kompensasi.
Akibat insiden ini, perusahaan finansial Credit Suisse
memprediksi kerugian yang dialami Samsung mencapai US$17 miliar atau sekitar
Rp221 triliun, yang berarti Samsung mengalami kehilangan penjualan sebanyak 19
juta unit dari siklus produk Galaxy Note 7 ini. Disamping
itu, Samsung juga kehilangan kepercayaan pelanggan dan memburuknya citra merek
Samsung. Situasi seperti ini membuka peluang bagi kompetitor Samsung, seperti
Apple dan Huawei. Samsung berjanji insiden ini tidak akan terulang pada produk
selanjutnya, yakni Samsung Galaxy Note 8 yang akan dirilis di Barcelona,
Spanyol.
Sumber
:
https://www.bbc.com/news/business-38714461 (diakses
pada 12 Mei 2019 pukul 14.18)
https://inet.detik.com/consumer/d-3290880/ini-pernyataan-lengkap-samsung-soal-recall-galaxy-note-7
(diakses pada 12 Mei 2019 pukul 14.23)
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161012121953-185-164979/insiden-galaxy-note-7-ajang-pertaruhan-reputasi-merek-samsung
(diakses pada 13 Mei 2019 pukul 8.30)
Analisis :
1.
Kecepatan krisis
Pada peristiwa meledaknya Samsung Galaxy Note 7,
yang mengharuskan Samsung untuk melakukan penarikan produk termasuk ke dalam
kategori “The Cobra Crisis,” dimana
krisis terjadi secara tiba-tiba dan cepat sehingga membuat organisasi terjun
bebas ke dalam krisis.
Dalam kurun waktu tiga bulan, terdapat beberapa peristiwa penting
sebagai berikut:
a.
Pada 19 Agustus 2016 adalah tanggal dirilisnya Samsung Galaxy Note 7 di
AS.
b.
Pada 1 September 2016 adalah tanggal Samsung menerima 35 laporan
konsumen.
c.
Pada 15 September 2016 adalah tanggal Samsung resmi melakukan recall produk.
d.
Pada 11 Oktober 2016 adalah tanggal Samsung resmi menyatakan berhenti memproduksi
Samsung Galaxy Note 7.
Pada 2 September 2016, seperti yang dilansir oleh Kompas
Tekno bahwa harga saham Samsung Electronics dan Samsung Electro-Mechanics juga
mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,4 persen dan 2,26 persen. (https://tekno.kompas.com/read/2016/09/02/17350067/samsung.resmi.recall.galaxy.note.7?page=all
diakses pada tanggal 12 Mei 2019 pukul 14.25).
2.
Karakteristik krisis
a.
Menimbulkan kepanikan dan keterkejutan
Hal ini bisa dilihat dari berita yang dimuat oleh VOA Indonesia, bahwa
beberapa konsumen ragu untuk menggunakan smartphone
keluaran Samsung karena keamanan yang tidak terjamin meskipun selama ini
Samsung selalu menjaga kualitas produknya. (https://www.voaindonesia.com/a/pemasukan-samsung-terpukul-oleh-recall-galaxy-note-7/3549732.html
diakses pada tanggal 12 Mei 2019 pukul 14.35)
b.
Berdampak negatif bagi operasional organisasi
Hal ini bisa dilihat pada harga saham Samsung Electronics dan
Samsung Electro-Mechanics yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,4
persen dan 2,26 persen. Selain itu, Samsung juga merugi hingga $5.3 Milyar atau
setara dengan Rp 14T. Ditambah lagi hal tersebut dapat mengancam citra
mereknya.
c.
Berpotensi menimbulkan konflik
Konflik terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dan
kenyataan. Krisis memunculkan pro dan kontra dan debat publik akibat
pemberitaan media massa. Diberhentikannya produksi Samsung Galaxy Note 7 menuai
pro dan kontra. Di satu sisi, hal ini adalah langkah tepat sebagai upaya untuk
mempertahankan reputasi perusahaan dari potensi penurunan kepercayaan konsumen.
Di sisi lain, tentu saja hal ini akan berdampak pada kerugian yang dialami
perusahaan.
d.
Spesifik
Penyebab krisis dapat diketahui secara jelas, yakni krisis yang menimpa
produk. Sebanyak 35 laporan secara global menyebutkan bahwa smartphone mereka terbakar.
e.
Tidak dapat dihindari
Krisis bisa terjadi kapan saja. Namun pada saat krisis, justru
perusahaan kerap menjadi perhatian media massa. Krisis merupakan peristiwa yang
bernilai berita. Pada saat krisis, media massa akan menyoroti perusahaan lebih
dari pada sebelumnya. Public relations berperan penting untuk menangani suatu krisis
kepercayaan (crisis of trust),
penurunan citra (lost of image),
serta tantangan terberatnya pemulihan citra (recovery of image). Terbukti public
relations Samsung dapat menangani krisis ini, dilihat dari upaya Samsung
dengan kembali merilis produk Samsung Galaxy Note 8 dan menjamin bahwa hal
serupa tidak akan terulang kembali.
f.
Menciptakan ketidakpastian informasi
Sebelum Samsung memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab meledaknya
Note 7, banyak sekali kesimpangsiuran informasi. Masyarakat mulai berspekulasi
tentang penyebab meledaknya smartphone
tersebut.
Resqia Indah Atsila ( 0441 16 217 )
Irfan Mahadika N ( 0441 16 255 )
Bagus Bima P ( 0441 16 372 )

Komentar
Posting Komentar