TUGAS INDIVIDU MANAJEMEN KRISIS
TUGAS INDIVIDU
Resqia Indah Atsila
0441 16 255
SOAL 1
1.
Buatlah 2 contoh dan analisis dari masing
masing jenis krisis!
Jawab :
Jenis Krisis
a.
Krisis Teknologi
2,5 JUTA PRODUK SAMSUNG GALAXY NOTE 7 DITARIK DARI PEREDARAN
Perusahaan smartphone raksasa
asal Korea Selatan, Samsung harus menarik 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7
dari peredaran. Kabarnya, sekitar 1 juta unit di antaranya sudah sampai di
tangan konsumen. Sejak dirilis pada Agustus 2016 hingga 1 September 2016,
Samsung sudah menerima sebanyak 35 laporan secara global bahwa produk terbarunya
terbakar bahkan meledak. Untuk menanggapi laporan tersebut, Samsung melakukan
investigasi mendalam. Dari hasil investigasi diperoleh fakta bahwa adanya
anomali baterai di beberapa unit, sehingga penjualannya di semua negara
dihentikan untuk sementara. Atas insiden ini, Samsung menyatakan keselamatan
konsumen adalah prioritas absolut. Di Indonesia sendiri, proses pre-order Note
7 telah dihentikan dan konsumen dijanjikan akan mendapat kompensasi.
Akibat
insiden ini, perusahaan finansial Credit Suisse memprediksi kerugian yang
dialami Samsung mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp221 triliun, yang berarti
Samsung mengalami kehilangan penjualan sebanyak 19 juta unit dari siklus produk
Galaxy Note 7 ini. Disamping itu, Samsung juga kehilangan kepercayaan
pelanggan dan memburuknya citra merek Samsung. Situasi seperti ini membuka
peluang bagi kompetitor Samsung, seperti Apple dan Huawei. Samsung berjanji
insiden ini tidak akan terulang pada produk selanjutnya, yakni Samsung Galaxy
Note 8 yang akan dirilis di Barcelona, Spanyol.
Sumber
:
https://inet.detik.com/consumer/d-3290880/ini-pernyataan-lengkap-samsung-soal-recall-galaxy-note-7 (diakses pada 12 Mei 2019 pukul 14.23)
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20161012121953-185-164979/insiden-galaxy-note-7-ajang-pertaruhan-reputasi-merek-samsung (diakses pada 13 Mei 2019 pukul 8.30)
Analisis
Samsung
Galaxy Note 7 bermasalah pada baterainya sehingga unit seri ini sangat mudah
panas bahkan terbakar. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh
Samsung, baterai unit ini diproduksi dengan keadaan elektroda baterai yang tidak
normal sehingga mudah terbakar. Meskipun Samsung diterpa krisis, mereka tetap
tidak menyebutkan suplier baterai mana yang menjadi penyebab dari permasalahan
ini.
'Ledakan Mesin Cuci' Samsung Diselidiki
Samsung memastikan sedang melakukan
perundingan dengan badan perlindungan hak konsumen Amerika Serikat setelah
diajukan gugatan terhadap perusahaan itu terkait mesin cuci "yang
meledak".
Consumer Product Safety Commission
(CPSC) memperingatkan adanya sejumlah masalah dengan sejumlah mesin kapasitas
besar buatan Samsung.
Hal ini terjadi setelah sebuah
perusahaan hukum AS menuntut perusahaan Korea Selatan itu, dengan menyatakan
masalah tersebut menimbulkan cedera atau kerusakan.
Baik Samsung maupun CPSC menyatakan
sejumlah mesin cuci kapasitas besar tertentu dari bulan Maret 2011 sampai April
2016 mengalami cacat ini.
"Dalam sejumlah kasus langka, unit
bermasalah kemungkinan mengalami getaran tidak biasa yang menimbulkan risiko
cedera pribadi atau kerusakan properti ketika mencuci barang yang tebal atau
tahan air," kata Samsung di situs internet.
Perusahaan tersebut meminta konsumen
pemilik model mesin cuci ini untuk menggunakan pencuci halus berkecepatan
rendah ketika mencuci barang-barang seperti itu.
Samsung tidak menyebutkan nama modelnya,
tetapi mengizinkan konsumen untuk memasukkan nomor seri guna memeriksa apakah
mesinnya termasuk model yang cacat.
Perusahaan tersebut juga menghadapi
tuntutan sebuah perusahaan hukum Amerika yang menduga sebagian dari "mesin
cuci kapasitas besar meledak di rumah pemilik," menyebabkan cedera dan
kerusakan, menurut seorang pengacara Jason Lichtman.
Sumber
:
https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160929_majalah_samsung_mesincuci (diakses pada 21 Mei 2019 pukul 7.20)
Analisis
Kesalahan teknis yang terjadi pada
produk mesin cuci Samsung juga menyebabkan krisis. Disamping itu, laporan
meledaknya mesin cuci Samsung bersamaan dengan laporan meledaknya Samsung
Galaxy Note 7. Tentu saja hal ini menjadi pukulan keras bagi Samsung.
b.
Krisis Konfrontasi
Program
CSR Tak Transparan, PT Semen Tonasa Didemo Warga
Massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda
Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali melakukan
demonstrasi di Makassar terkait dana Corporate
Social Responsibility PT Semen Tonasa.
"CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan diatur dalam Undang-undang
40 Tahun 2007, pasal 74 ayat 1, tentang perseroan yang menjalankan kegiatan
usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan
tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan,"
ujar Jenderal Lapangan, Ahmadi Umar, di Fly Over Makassar, Rabu.
Dalam orasinya, ia mengatakan, PT Semen Tonasa tidak transparan kepada
masyarakat sebab masyarakat sekitar tidak mengetahui adanya anggaran yang
digelontorkan untuk pengelolaan CSR.
"Masyarakat hari ini hampir tidak menikmati dana tersebut. Masyarakat
hanya mendapatkan setiap harinya hujan debu, asap tebal dan kebisingan saat
pabrik beroperasi," papar aktivis pengkep itu.
Ia bahkan menuding pihak PT Semen Tonasa mengelontorkan dana CSR tersebut hanya
kepada kalangan para keluarga pegawai perusahaan, sehingga keberpihakan
perusahaan perlu dipertanyakan.
Ketua umum IPPM Pangkep, Hardi, menuturkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa (RUPS LB) PT Semen Tonasa segera dilaksanakan secepatnya mengingat
sejumlah permasalahan terkait kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan
itu terus bergulir.
Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/11/06/22/ln773c-program-csr-tak-transparan-pt-semen-tonasa-didemo-warga
(diakses pada 20 Mei pukul 6.30)
Analisis
PT
Semen Tonasa tidak memberikan dana CSR yang telah dianggarkan oleh perusahaan
kepada masyarakat sekitar. Masyarakat justru dirugikan dengan kegiatan
operasional perusahaan karena keseimbangan lingkungan menjadi terganggu bahkan
dapat berdampak pada penurunan kualitas kesehatan. Di beberapa sumber lainnya
juga menyebutkan bahwa masyarakat sempat menyegel perusahaan tersebut. Tentunya
gangguan ini menyebabkan krisis pada perusahaan.
Limbah Pabrik Gula Glenmore Masuk Sungai, Warga
Gatal-gatal
Limbah dari PT Industri Gula Glenmore mencemari
Sungai Glenmore yang mengalir ke pesisir selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Limbah
itu diduga menyebabkan ribuan ikan mati dan gatal-gatal pada warga. Dinas
Lingkungan Hidup meminta agar aktivitas pabrik dihentikan sampai instalasi
pengolahan air limbah selesai diperbaiki. Pencemaran sungai sudah dirasakan
warga sejak tiga bulan lalu hingga Senin (9/1/2017). Minggu, warga menemukan
ribuan ekor ikan mati di sungai itu. "Kasus ikan mati sudah tiga kali ini
terjadi. Kami membawa pulang berember-ember ikan. Pagi ini (Senin) masih ada
juga yang mati," kata Sumarti, warga RT 003 RW 003 Dusun Blok Agung, Desa
Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Purwanti, warga yang sehari-hari
memakai air sungai untuk mandi, juga mengeluhkan gatal-gatal. Baju yang mereka
cuci tak bisa bersih dan ada serat tipis yang menempel di kain.
"Saya sudah berhenti mencuci baju di
sungai sejak Desember lalu setelah sekeluarga merasakan gatal-gatal. Baju pun
jadi kotor karena serat-serat yang menempel. Serat tipis itu tak bisa hilang
sampai saat ini walau sudah saya cuci berkali-kali," kata Purwanti, yang
juga pengurus RT. Ia sudah melaporkan hal itu ke kantor desa, tetapi sampai
saat ini kasus belum terpecahkan. Pada Senin siang kemarin, kondisi di sepanjang
Sungai Glenmore dari Dam Karangdoro hingga Jajag terlihat kecoklatan. Di
beberapa pintu air masih ditemukan buih atau busa air.
Sumber :
https://regional.kompas.com/read/2017/01/10/15305181/limbah.pabrik.gula.glenmore.masuk.sungai.warga.gatal-gatal
(diakses pada 20 Mei 2019 pukul 7.07)
Analisis
PT
Industri Gula Glenmore (IGG) membuang limbah ke Sungai Glenmore tanpa melalui
proses pengolahan limbah. Masyarakat baik yang tinggal di sekitar perusahaan
maupun di sepanjang Sungai Glenmore turut merasakan dampaknya. Puncaknya,
masyarakat sempat menyegel perusahaan. Aksi masyarakat ini menghambat kegiatan
operasional perusahaan.
c.
Krisis Malevolance
Luwak White Koffie
Bisa Terbakar, tapi Tak Berarti Berbahaya
Dalam kompilasi video berdurasi tiga menit yang diunggah di
akun Youtube City Network, beberapa orang melontarkan perkataan di atas usai
melihat bubuk Luwak White Koffie yang terbakar saat dituangkan ke api. Selain
Luwak White Koffie, salah seorang di sebuah video juga menaburkan bubuk kopi
merek ABC di atas api. Namun, kopi yang disebut kedua ini tak terbakar seperti
kopi keluaran PT Java Prima Abadi itu. Gara-gara hal inilah mereka merasa bahwa
Luwak White Koffie tak layak untuk dikonsumsi.
Adanya rekaman tersebut lantas memunculkan video lain di
media sosial yang menjelaskan alasan mengapa Luwak White Koffie mudah terbakar.
Ridwan Tresna Nugraha lewat akun Facebooknya mengatakan bahwa semua serbuk
minuman yang mengandung krimer akan bereaksi apabila terkena panas. Hal ini
dikarenakan bahan krimer mengandung minyak nabati yang bersifat sensitif
terhadap api.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Kopi cap Luwak atau Luwak White Koffie adalah minuman serbuk kopi gula yang mengandung komposisi kopi bubuk instan, krimer nabati, dan gula. Serbuk yang dimiliki Luwak White Koffie, dalam hal ini, berbobot ringan serta berpartikel halus. Badan POM mengatakan bahwa bentuk serbuk inilah yang menyebabkan produk pangan tersebut dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Kopi cap Luwak atau Luwak White Koffie adalah minuman serbuk kopi gula yang mengandung komposisi kopi bubuk instan, krimer nabati, dan gula. Serbuk yang dimiliki Luwak White Koffie, dalam hal ini, berbobot ringan serta berpartikel halus. Badan POM mengatakan bahwa bentuk serbuk inilah yang menyebabkan produk pangan tersebut dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.
Selain itu, Badan POM menjelaskan serbuk Luwak White Koffie
mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah. Kondisi ini juga menjadi
faktor lain mengapa kopi ini bereaksi ketika terkena panas api.
Badan POM mengatakan bahwa umumnya produk pangan yang
mempunyai rantai karbon atau ikatan antar-atom karbon, kadar air rendah, dan
berbentuk tipis serta berpori bisa terbakar apabila disulut dengan api. Badan
POM lebih lanjut menjelaskan bahwa bahan pangan lain seperti terigu, kopi
bubuk, merica bubuk, kopi instan, pati jagung, dan susu bubuk juga bersifat
mudah terbakar. Meski begitu, bahan-bahan tersebut dijamin aman dikonsumsi
apabila telah mendapatkan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI.
Sumber:
https://tirto.id/luwak-white-koffie-bisa-terbakar-tapi-tak-berarti-berbahaya-c316 (diakses pada 20 Mei 2019 pukul 07.31)
Analisis
Dari kasus ini,
terlihat bahwa sekelompok orang yang mengunggah video di Youtube dengan akun Youtube City Network berusaha untuk
menjatuhkan Luwak White Koffie. Padahal setiap makanan yang mengandung serpihan
partikel karbon juga mudah terbakar. Namun, orang-orang yang ada di video tersebut
berusaha memberi penekanan hanya pada produk Luwak White Koffie. Akibatnya,
video tersebut telah menimbulkan kepanikan bahkan penurunan penjualan dari
Luwak White Koffie.
d.
Krisis Manajemen dan
Perilaku karyawan
Pilot Lion Air yang Pukul Pegawai Hotel di
Surabaya Resmi Ditahan
Oknum pilot Lion Air, AG (29) yang melakukan
penganiayaan terhadap pegawai La Lisa Hotel, Surabaya, AR (28), resmi ditahan
di Mapolrestabes Surabaya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Kepolisian
Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Kompas.com, Kamis
(9/5/2019).
Penetapan AG sebagai tersangka, kata Barung,
setelah polisi memeriksa video pemukulan pilot Lion Air terhadap pegawai La
Lisa Hotel Surabaya, AR. Sebelumnya, Barung menyebut, Polda Jatim memiliki
sejumlah alasan mengapa kasus penganiayaan oknum pilot kepada pegawai hotel di
Surabaya itu diambil alih. Salah satu alasannya adalah kepolisian tidak ingin
ada intervensi dalam menangani perkara tersebut. Selain itu, kasus tersebut
juga menjadi perhatian publik luas.
Keterangan yang didapat kepolisian, aksi oknum
pilot tersebut diduga dipicu rasa kecewa dengan pelayanan Hotel La Lisa yang
dilakukan oleh pegawai hotel berinisial AR tersebut.
Sumber
:
https://regional.kompas.com/read/2019/05/09/09490971/pilot-lion-air-yang-pukul-pegawai-hotel-di-surabaya-resmi-ditahan?page=2 (diakses pada 19 Mei 2019 pukul 23.05)
Analisis
Pada kasus ini, perilaku pilot yang terekam
oleh CCTV hotel dan tersebar di media sosial menarik perhatian masyarakat.
Tentunya hal ini memberi dampak bagi perusahaan. Citra Lion Air akan semakin
memburuk karena tidak hanya pelayanan Lion Air yang buruk, namun juga perilaku
karyawannya yang buruk. Karena sesungguhnya setiap karyawan menjadi wajah yang
mewakili perusahaan. Akibatnya, nilai saham Lion Air menurun.
Tokopedia Dikabarkan Pecat Puluhan Karyawan
Terkait Kecurangan Flash Sale
Perusahaan e-commerce Tokopedia dilaporkan
telah memecat sejumlah karyawan yang diduga melakukan kecurangan. Para karyawan
yang diberhentikan ini diduga karena melakukan kecurangan saat kampanye flash
sale saat peringatan hari ulang tahun ke-9 Tokopedia.
Berdasarkan laporan yang dikutip KompasTekno
dari Tech in Asia, Senin (27/8/2018), tindak kecurangan ini sangat merugikan
konsumen karena para pembeli tidak dapat membeli barang murah yang dijual pada
kampanye flash sale secara adil.
Bahkan berdasarkan laporan tersebut, jumlah
karyawan yang dipecat mencapai angka puluhan termasuk karyawan senior di
Tokopedia. KompasTekno pun mencoba mengonfirmasi kabar ini pada pihak
Tokopedia. Lewat pernyataan resminya, Head of Corporate Communications
Tokopedia Priscilla Anais tak memberikan jawaban pasti kabar pemecatan
tersebut, namun ia mengatakan bahwa nilai yang dianut Tokopedia sendiri adalah
membangun kepercayaan. "Setiap titipan kepercayaan adalah sebuah amanah
yang harus dijaga bersama oleh seluruh Nakama (sebutan karyawan Tokopedia)
tanpa terkecuali," tulis Priscilla.
Ia pun mengatakan bahwa karyawan yang tak dapat
menjaga kepercayaan dan integritas akan ditindak tegas sesuai dengan kebijakan
perusahaan yang berlaku. "Gagal menjaga kepercayaan artinya gagal menjaga
integritas dan Tokopedia tidak memberikan ruang toleransi untuk individu yang
menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas," ungkap
Priscilla.
"Setiap individu, yang ditemukan
menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas, akan kami tindak
sesuai kebijakan perusahaan," katanya. Tokopedia menggelar flash sale
dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-9 perusahaan. Penawaran barang
dengan harga miring tersebut berlangsung pada pukul 09.00 pagi dan pukul 21.00
terhitung dari 15-17 Agustus lalu.
Sumber :
https://tekno.kompas.com/read/2018/08/27/13324797/tokopedia-dikabarkan-pecat-puluhan-karyawan-terkait-kecurangan-flash-sale
(diakses pada 20 Mei 2019 pukul 7.42)
Analisis
Adanya kecurangan yang dilakukan oleh karyawan Tokopedia saat flash sale menyebabkan para pelanggan
kehabisan barang lebih cepat. Tentunya, hal ini membuat pelanggan berpikir
bahwa flash sale tersebut tidak
diselenggarakan dengan benar. Hal ini dapat mengancam citra merek Tokopedia
bahkan kehilangan para pelanggan. Oleh karena itu, Tokopedia memberi sanksi
tegas pemecatan pada karyawan yang melakukan kecurangan.
e.
Krisis Workplace Violence
Nasib Buruh H&M Tak Secerah Produknya
Dalam laporan LSM Buruh seperti Asia Floor Wage Alliance (AFWA), Central Cambodia dan beberapa LSM
lainnya yang dipublikasikan 28 Mei 2018, mereka menyatakan pekerja garmen
perempuan di pabrik dua jenama fesyen ternama, Gap dan H&M, cabang Asia
kerap mengalami kekerasan seksual dan fisik akibat tuntutan target perusahaan.
Tindak kekerasan ini meliputi pelecehan verbal, ancaman, sampai pemaksaan
lembur. Kekerasan tak sebatas terjadi di lokasi kerja, tetapi juga di luar
pabrik.
Global Labor Justice menegaskan ada faktor
sistematis yang membuat pekerja perempuan seringkali jadi sasaran aksi
kekerasan dalam mata rantai industri garmen. Faktor itu antara lain kontrak
jangka pendek, target produksi dan jam kerja yang berlebih, pemenuhan upah yang
minim, sampai ketidakamanan tempat kerja. Lebih dari 540 pekerja di pabrik
pemasok dua jenama tersebut menggambarkan pengalaman buruknya. Kejadian
rata-rata terjadi selama Januari dan Mei 2018 di Bangladesh, Kamboja, India,
Indonesia, dan Sri Lanka.
Sumber :
https://tirto.id/nasib-buruh-hm-tak-secerah-produknya-cLRS
(diakses pada 20 Mei 2019 pukul 8.20)
Analisis
Produk
H&M dan GAP sudah dikenal oleh masyarakat luas dengan citra yang baik.
Perihal kekerasan yang dialami oleh buruh garmen H&M dan GAP yang terangkat
ke media, membuat citra perusahaan terancam karena tidak dapat memberikan
pelayanan yang baik bagi para buruhnya sebagai mitra kerja. Jika para buruh ini
melakukan aksi pemogokan, tentu saja akan menimbulkan krisis perusahaan lebih
jauh bahkan kerugian.
Eksploitasi Kerja di Pabrik Es Krim Aice,
Sponsor Asian Games 2018
PT Alpen Food Industry menjadi salah satu
jantung pagelaran olahraga antarcabang yang mempertaruhkan kredibilitas
Indonesia. Es krim Aice, nama produk PT AFI, terpampang sebagai sponsor Asian
Games 2018. Di sisi lain, PT AFI mengalirkan es krim Aice ke 106 daerah di
Indonesia, salah satunya ke minimarket OK OCE daerah Cikajang, Jakarta Selatan.
Padahal PT AFI diduga melanggar hukum karena menghargai hak buruh dengan
murah.
PT AFI mempekerjakan 644 buruh dengan proses
perekrutan yang terbilang sangat singkat, baik itu lulusan SMP ataupun SMA.
Para buruh hanya mendapat satu kali hari libur selama tiga minggu. Selain itu,
mereka juga hanya digajih Rp 2,7 juta di bawah upah minimum Kabupaten Bekasi,
yakni Rp 3,3 juta.
Sumber :
https://tirto.id/eksploitasi-kerja-di-pabrik-es-krim-aice-sponsor-asian-games-2018-cA7h (diakses pada 20 Mei 2019 pukul 9.20)
Analisis
Kasus yang dihadapi
oleh PT Alpen Food Industri tentang pelanggaran hak tenaga kerja dapat membawa
perusahaan ke dalam situasi krisis. Perusahaan akan mengalami permasalahan
hukum dengan Kementerian Tenaga Kerja, menjadi sorotan media, atau buruh yang
melakukan pemogokan kerja. Pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian.
f.
Krisis Bencana Alam
Tsunami
Porak Porandakan Tempat Wisata Tanjung Lesung
Tsunami
yang melanda kawasan Pandeglang, Banten, dan Lampung Selatan, Sabtu
(22/12/2018) pukul 21.27 WIB memakan cukup banyak korban jiwa.
Kepala
Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Puwo Nugroho telah memberi
informasi terkait update jumlah korban.
Dikutip
dari laman twitter @Sutopo_PN, Minggu (23/12/2018), Sutopo Puwo Nugroho
menyatakan update jumlah korban hingga pukul 16.00 WIB, Minggu (23/12/2018)
tercatat sebanyak 222 orang korban meninggal dunia, 843 luka-luka, dan 28 orang
hilang.
Sebelum
tsunami menerjang Pantai Tanjung Lesung merupakan salah satu destinasi wisata
di Indonesia. Disana, wisatawan dapat menemukan adanya beach club, Mongolian Culture
Center, hingga tempat menarik untuk melakukan olahraga air, seperti
snorkeling, diving, jets ski, dan kayak.
Sumber :
http://suryamalang.tribunnews.com/2018/12/23/update-tsunami-tanjung-lesung-di-banten-222-orang-tewas-disebut-kejadian-langka
(diakses pada 21 Mei 2019 pukul 7.48)
https://travel.tribunnews.com/amp/2018/12/23/4-fakta-wisata-tanjung-lesung-daerah-yang-terdampak-parah-tsunami-selat-sunda?page=2&_ga=2.70295250.331227608.1558399568-857499139.1558399568
(diakses pada 21 Mei 2019 pukul 7.52)
Analisis
Sebagai
destinasi wisata, Tanjung Lesung tentunya sudah dilengkapi dengan fasilitas
yang lengkap. Peristiwa tsunami meluluhlantakan kehidupan sosial-ekonomi
masyarakat. Para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata juga mengalami
kerugian karena tidak ada yang habis tersisa dari usahanya.
g.
Krisis Produk
1.
Product credibility
Volkswagen
Di Indonesia, merek
Volkswagen VW kalah pamor dengan mobil-mobil dari Jepang. Tapi di Eropa, VW
adalah jawara. Bahkan secara global, VW kerap menyalip merek-merek Jepang
seperti Toyota dan Honda.
Tahun 2015, raksasa
otomotif dari Jerman ini mengalami masalah besar. Brand VW tercoreng oleh
skandal emisi kendaraan diesel mereka. Dinas Perlindungan Lingkungan Amerika
Serikat menemukan jika piranti lunak di sejumlah kendaraan VW berbahan bakar
diesel, bisa memanipulasi uji emisi.
Temuan tersebut sontak
membuat saham VW rontok hingga 18%. Dampak paling besar tentu saja terhadap
merek VW yang telah menjadi legenda otomotif dunia. Merek yang dibangun selama
79 tahun tersebut, tercoreng.
Tapi dengan kesigapan
manajemen pusat VW menanggapi temuan tersebut, VW bisa lolos dari lubang jarum.
VW menunjukkan reputasi mereka dengan memfasilitasi penyelidikan skandal emisi
tersebut alih-alih menutup diri.
Sikap transparan ini
sukses menyelamatkan VW. Terbukti, pendapatan perusahaan malah naik pada
kuartal pertama tahun 2016. Meskipun secara total sepanjang tahun 2016,
keuntungan yang dibukukan VW mengalami penurunan. Tapi sejauh ini, VW
dilaporkan tidak merugi.
Sumber :
https://www.kompasiana.com/jusmandalle/581a766f93fdfd086b59e700/merek-merek-yang-pernah-diterpa-badai-krisis?page=all (diakses pada 21 Mei 2019 pukul 10.07)
2.
Product tampering
Digerebek,
Pabrik Saus di Bandung Ini Pakai Pewarna Tekstil Bukan Cabai dan Tomat
Polrestabes Bandung menggerebek pabrik
pembuatan saus sambal dan saus tomat di Jalan Cicukang No.6 RT 04/03, Kelurahan
Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Senin (26/1/2015). Pabrik tersebut diduga
memproduksi saus sambal dan saus tomat palsu.
Penggerebekan dipimping langsung Kapolrestabes
Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Kasatreskrim Polrestabes
Bandung AKBP M Ngajib serta Kapolsek Bandung Kulon Kompol Asral Bakar dan
belasan anggota lainnya.
Pantauan di lokasi, dari depan pabrik ini
terlihat seperti rumah biasa. Melalui jalan samping rumah, ada beberapa kamar.
Sementara di bagian belakang terlihat ruang-ruang yang dugunakan untuk produksi
saus sambal. Mulai dari proses pengadukan hingga pengemasan. Terlihat
ceceran-ceceran saus belepotan di berbagai tempat. Lantai keramik berwarna
putih penuh dengan bercak merah.
"Pembuatan saus sambal dan tomat di sini
menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya serta pewarna tekstil," ujar
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di lokasi.
Di dua sudut ruangan tersimpan ratusan plastik
saus yang telah siap dipasarkan. Merek saus tersebut antara lain Sinarsari,
Unggul Sari, dan Indosari.
"Kita mengetahui pabrik ini dari informasi
masyarakat yang melapor," katanya. Menurut Yoyol, bahan baku saus sambal dan tomat ini
tidak memakan cabai dan tomat. Untuk menciptakan rasa pedas atau asam, pabrik
ini menggunakan bahan kimia berbahaya yang tak aman bagi tubuh.
Bahan kimia yang dicampurkan dengan ampas
tapioka atau onggok antara lain berbagai ekstrak seperti ekstrak bawang putih,
ekstrak cabai leoserin capsikum, potasium pospat, bibit cairan tomato serta
pewarna tekstil.
Pada kemasan dituliskan bahwa saus menggunakan
tomat dan cabai padahal pembuatannya menggunakan essen tomat dan ekstrak cabai
atau leoseron capsikum.
Sumber :
Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-2814332/digerebek-pabrik-saus-di-bandung-ini-pakai-pewarna-tekstil-bukan-cabai-dan-tomat (diakses pada 19 Mei 2019 pukul 22.30)
Analisis
“Product tampering is the deliberate contamination of goods after
they have been manufactured.”
Sumber : https://www.encyclopedia.com/history/united-states-and-canada/us-history/product-tampering (diakses
pada 19 Mei 2019 pukul 22.35)
Produk
sambal ini terkontaminasi bahkan tidak sama sekali mengandung komposisi yang
seharusnya. Jelas sekali bahwa produk ini berbahaya untuk dikonsumsi karena
akan menimbulkan efek yang serius. Dengan terungkapnya hal ini, maka akan
menimbulkan krisis bagi produsen saus Sirnasari, Unggul sari, dan Indosari.
Tercemar Bakteri, Susu Lactalis Prancis Direcall
Produsen susu raksasa Lactalis mengumumkan penarikan
produk makanan bayi setelah menemukan sumber kontaminasi di sebuah pabrik
Prancis yang telah dikaitkan dengan kasus bakteri salmonella.
Lactalis mengatakan penarikan semua produk susu formula
dan makanan bayi yang diproduksi di pabriknya di Craon, Prancis barat laut,
merupakan upaya pencegahan lebih jauh dari perusahaan atas dugaan pencemaran
bakteri.
Dalam sebuah pernyataannya, Lactalis mengatakan,
penarikan kembali produk terbaru ini mempengaruhi produk-produk yang ditujukan
untuk pasar domestik dan ekspor yang membawa merek Picot, Milumel dan Taranis. Produk
yang dipasok oleh pabrik Craon dicurigai terkait dengan kasus salmonella yang menginfeksi sejumlah
bayi di Prancis baru-baru ini.
Setelah recall
yang dimulai awal bulan ini, pengecekan oleh Lactalis tidak menunjukkan adanya
kontaminasi. Namun adanya penemuan lebih banyak mengenai kasus salmonella kemudian menyebabkan perusahaan
menghentikan produksi di pabrik Craon.
Lactalis mengatakan, pengujian lebih lanjut telah
menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi di Craon mulai paruh pertama tahun ini. Tidak
disebutkan jenis kontaminasi yang terdeteksi. Lactalis merupakan salah satu
produsen susu terbesar di dunia, dengan nilai penjualan tahunan sekitar 17
miliar euro (US$ 20,2 miliar).
Sumber
:
https://internasional.kontan.co.id/news/tercemar-bakteri-susu-lactalis-prancis-direcall
(diakses pada 19 Mei 2019 pukul 22.45)
Analisis
“Product tampering is the deliberate contamination of goods after
they have been manufactured.”
Sumber : https://www.encyclopedia.com/history/united-states-and-canada/us-history/product-tampering (diakses
pada 19 Mei 2019 pukul 22.35)
Pada
akhir tahun 2017, Prancis sedang dihebohkan dengan banyaknya laporan mengenai
bayi yang terinfeksi salmonella yang
berasal dari Susu Lactalis. Tentunya hal ini membuat perusahaan mengalami
krisis sehingga perusahaan mengambil langkah tegas untuk merecall produk dan menghentikan produksinya.
SOAL 1
2.
Buatlah 1 contoh analisis anda dari masing
masing potential crisis!
Jawab :
1.
Public Health
Potensi krisis bagi perusahaan tentang
kesehatan masyarakat bisa terjadi pada perusahaan yang bergerak dibidang
pertambagan. Perusahaan tambang diharapkan memiliki kontribusi tambahan
pendapatan negara yang cukup signifikan. Kenyataanya, pemasukan yang didapat
dari Freeport (perusahaan tambang
emas multinasional) lebih kecil Rp 20 triliun dari cukai rokok Rp 72 triliun.
Keberadaan perusahaan tambang juga membawa
masalah bagi lingkungan sekitar tambang. Contoh nyatanya adalah PT Arumbai
Mangan Bekti di Nusa Tenggara Timur. Lahan-lahan pertanian kini telah berubah
menjadi lubang-lubang besar. Tak hanya itu masyarakat
harus berhadapan dengan limbah Mangan dari kawasan pegunungan turun
kerumah-rumah dan lahan pertanian mereka saat hujan deras. Mereka juga
kesulitan mendapatkan air bersih dam harus menghirup udara yang tercemar debu
Mangan setiap harinya. Oleh karena itu, gangguan kesehatan masyarakat dapat
menjadi potensi krisis bagi perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang
pertambangan.
Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/07/kesehatan-lingkungan-pertambangan/ (diakses pada 21 Mei 2019 pukul 6.15)
2.
Customer Complaint
Lazada Tegaskan
Kasus Beli iPhone 6 Dapat Sabun Mandi Murni Keluhan Pelanggan
Kasus
beli iPhone 6 Plus
di Lazada tapi
dapat sabun mandi mendapat perhatian dari netizen. Pembahasan kasus ini bahkan
merembet ke isu persaingan usaha antar situs e-commerce.
Pasalnya,
dari hasil penelusuran Kaskuser mengungkapkan
pihak yang melayangkan keluhan itu adalah pekerja salah satu perusahaan
e-commerce.
Terkait
hal ini, PR Manager Lazada Indonesia
Tania Amalia menegaskan kasus tersebut murni keluhan dari pelanggan. Atas dasar
itu, langkah yang ditempuh adalah menindaklanjuti keluhan itu secepat mungkin.
Lebih
jauh Tania mengakui pelanggan tersebut benar telah membeli iPhone 6 Plus
melalui Lazada. Dari
data yang dimilikinya, barang pesanan pelanggan itu diterima pada 26 Juni lalu.
Sayangnya, Tania tak bisa menyebut pasti berapa lama keluhan itu bisa
diselesaikan Lazada.
Hanya,
dia memastikan Lazada telah
berjanji kepada pelanggan tersebut untuk selalu meng-up date informasi secara
berkala.
Sumber :
http://www.tribunnews.com/techno/2015/06/30/lazada-tegaskan-kasus-beli-iphone-6-dapat-sabun-mandi-murni-keluhan-pelanggan?page=2
(diakses pada 21 Mei 2019 pukul 00.30)
Analisis
Di
era pesatnya teknologi dan informasi, semua informasi akan mudah tersebar.
Seperti halnya pelanggan yang tidak merasa puas dengan pelayanan. Mereka lebih
bersedia menyampaikan keluhannya di media sosial daripada menghubungi call center perusahaan. Seperti kasus
ini, berawal dari kaskus, keluhan tersebut bisa terus bergulir hingga di
retweetnya unggahan tersebut oleh banyak orang. Tentunya, hal ini dapat menjadi
ancaman bagi Lazada.
3.
False Advertising
Taco Bell's seasoned beef
When consumers raised questions about
what was actually seasoning Taco Bell's seasoned beef, the company didn't know
how to respond.
It was simply using oat filler -- which
means the meat isn't seasoned beef at all, according to USDA standards. The
franchise had been tricking its consumers into thinking its products were of a
higher grade than they actually were.
Taco Bell took the opportunity to poke
fun at itself, hoping to mitigate the PR disaster. The company even took out a
full-page newspaper ad thanking complainants for suing. So far, so good. Taco
Bell's proactivity and willingness to address the controversy have restored
some faith in the fast food giant.
The woman who started all the hullabaloo
ultimately dismissed her lawsuit.
Sumber
:
https://www.businessinsider.com/false-advertising-scandals-2011-9?IR=T#taco-bells-seasoned-beef-2 (diakses pada 21 Mei 2019 pukul 6.34)
Analisis
Taco Bell’s Seasoned Beef membuat iklan
palsu bahwa ada kandungan daging di dalam taco. Pada kenyataannya, bahan yang
digunakan adalah oat filler.
Perusahaan berniat untuk mengelabui para pembeli, sayangnya hal ini terangkat
ke media dan justru menjadi boomerang bagi perusahaan. Krisis yang terjadi
segera ditangani oleh Taco Bell dengan memasang iklan pada satu halaman penuh
yang berisikan terima kasih telah menyampaikan keluhan kepada perusahaan. Niat
hati ingin memangkas anggaran yang terjadi justru kerugian.
4.
Legal Issues
Nike Dikecam Gara-gara Kasih Upah Rendah ke Buruh RI
Produsen perlengkapan dan aksesoris
olahraga multinasional, Nike Inc ternyata menyimpan luka di balik
produk-produknya yang bernilai tinggi. Baru-baru ini, Nike dituntut karena tidak
memberikan gaji yang layak bagi para buruh pabriknya di Indonesia.
Seperti dikutip dari Digital
Journal, Kamis (10/4/2014), lembaga anti kemiskinan global SumOfUs mengirimkan
petisi pada perusahaan raksasa tersebut karena telah mengeksploitasi para buruh
pabriknya.
Nike dikecam karena menjual kaos tim
olahraga Inggris seharga US$ 150 atau Rp 1,7 juta, tapi hanya menggaji buruh
pabrik di Indonesia dengan bayaran 50 cent atau Rp 5.600 per jam untuk
memproduksi kaos tersebut.
"Tim Inggris dan para fans-nya,
sebaiknya tidak ikut terlibat dalam eksploitasi buruh di Indonesia dengan ikut
membeli kaos mahal tersebut," ungkap para penggiat SumOfUs seperti
tertulis dalam keterangannya.
Lembaga tersebut mengungkapkan, membeli
kaos itu berarti ikut mendukung praktik ketidakadilan pada para buruh. Tak
hanya itu, keuntungan Nike yang super besar juga menjadi isu yang diangkat
dalam memperjuangkan hak buruh pabrik di Indonesia.
Sejauh ini, laba Nike tercatat mencapai
15,6 miliar pound sterling atau Rp 297,4 triliun. Sementara CEO Nike menerima
kucuran upah tinggi sebesar 9,2 miliar pound sterling atau Rp 175,4 triliun.
Ironisnya, keringat buruh yang bekerja
membuat produk-produk mahal Nike di Indonesia hanya diganjar dengan upah rendah
yaitu Rp 5.600 per jam.
Tak heran, lembaga peduli tenaga kerja
berupah rendah itu langsung mengecam aksi Nike dan meminta perusahaan olahraga
tersebut memberikan upah yang lebih layak.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bisnis/read/2035119/nike-dikecam-gara-gara-kasih-upah-rendah-ke-buruh-ri (diakses pada 21 Mei 2019 pukul 6.50)
Analisis
Permasalahan hukum yang dialami oleh perusaan
juga dapat mengancam kegiatan operasional perusahaan, seperti yang dialami oleh
Nike Indonesia. Nike hanya membayar buruh dengan upah yang rendah yaitu Rp
5.600 per jam, tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan oleh Nike. Hal
ini dapat mempengaruhi visibilitas Nike, kondisi keuangan Nike, dan izin
operasional Nike.
5.
Bussiness Practices and Ethics
KPK Dalami Peran PT CGA di Kasus Suap Bupati Bengkalis
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus peran signifikan PT Citra
Gading Asritama (PT CGA) dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bengkalis
Amril Mukminin. Perusahaan itu berpeluang besar menjadi tersangka korporasi
dalam perkara tersebut.
Amril Mukminin diduga menerima
sekitar Rp 2,5 miliar dari PT CGA sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis.
Uang itu disinyalir untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei
Pakning multi years tahun 2017-2019.
Amril kemudian kembali
menerima Dollar Singapura dari PT CGA senilai Rp 3,1 miliar saat telah menjabat
sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan sekitar Juni dan Juli 2017.
Totalnya, Amril Mukminin diduga
telah menerima Rp 5,6 miliar. Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning sendiri
merupakan bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun
2012 dengan nilai anggaran Rp 537,33 miliar.
Sumber:
https://www.liputan6.com/news/read/3968399/kpk-dalami-peran-pt-cga-di-kasus-suap-bupati-bengkalis
(diakses pada 20 Mei 2019 pukul 10.12)
Analisis
PT Citra Gading Asritama yang bergerak di bidang kontraktor melakukan
gratifikasi kepada Bupati Bengkalis, Amirul Mukminin. Mungkin, pada awalnya hal
ini ditujukan untuk mempererat jalinan kerjasama pembangunan jalan. Namun,
tindakan gratifikasi tersebut sudah diintai sejak lama oleh KPK. Tindakan
gratifikasi hanya membuat bom waktu bagi perusahaan yang bisa menimbulkan
krisis kapan saja. Saat tindakan tersebut terangkatan dan menjadi sorotan media
maka harga saham perusahaan pun akan goyah dan membuat investor berpikir untuk
menarik sahamnya khawatir jika perusahaan tersebut kolaps.
Komentar
Posting Komentar