TUGAS INDIVIDU MANAJEMEN KRISIS


TUGAS INDIVIDU
Resqia Indah Atsila
0441 16 255


SOAL 1       
1.             Buatlah 2 contoh dan analisis dari masing masing jenis krisis!
Jawab :
Jenis Krisis
a.              Krisis Teknologi

2,5 JUTA PRODUK SAMSUNG GALAXY NOTE 7 DITARIK DARI PEREDARAN


Perusahaan smartphone raksasa asal Korea Selatan, Samsung harus menarik 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 dari peredaran. Kabarnya, sekitar 1 juta unit di antaranya sudah sampai di tangan konsumen. Sejak dirilis pada Agustus 2016 hingga 1 September 2016, Samsung sudah menerima sebanyak 35 laporan secara global bahwa produk terbarunya terbakar bahkan meledak. Untuk menanggapi laporan tersebut, Samsung melakukan investigasi mendalam. Dari hasil investigasi diperoleh fakta bahwa adanya anomali baterai di beberapa unit, sehingga penjualannya di semua negara dihentikan untuk sementara. Atas insiden ini, Samsung menyatakan keselamatan konsumen adalah prioritas absolut. Di Indonesia sendiri, proses pre-order Note 7 telah dihentikan dan konsumen dijanjikan akan mendapat kompensasi.
Akibat insiden ini, perusahaan finansial Credit Suisse memprediksi kerugian yang dialami Samsung mencapai US$17 miliar atau sekitar Rp221 triliun, yang berarti Samsung mengalami kehilangan penjualan sebanyak 19 juta unit dari siklus produk Galaxy Note 7 ini. Disamping itu, Samsung juga kehilangan kepercayaan pelanggan dan memburuknya citra merek Samsung. Situasi seperti ini membuka peluang bagi kompetitor Samsung, seperti Apple dan Huawei. Samsung berjanji insiden ini tidak akan terulang pada produk selanjutnya, yakni Samsung Galaxy Note 8 yang akan dirilis di Barcelona, Spanyol.
Sumber :
https://www.bbc.com/news/business-38714461 (diakses pada 12 Mei 2019 pukul 14.18)

Analisis
Samsung Galaxy Note 7 bermasalah pada baterainya sehingga unit seri ini sangat mudah panas bahkan terbakar. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh Samsung, baterai unit ini diproduksi dengan keadaan elektroda baterai yang tidak normal sehingga mudah terbakar. Meskipun Samsung diterpa krisis, mereka tetap tidak menyebutkan suplier baterai mana yang menjadi penyebab dari permasalahan ini.

'Ledakan Mesin Cuci' Samsung Diselidiki

Samsung memastikan sedang melakukan perundingan dengan badan perlindungan hak konsumen Amerika Serikat setelah diajukan gugatan terhadap perusahaan itu terkait mesin cuci "yang meledak".
Consumer Product Safety Commission (CPSC) memperingatkan adanya sejumlah masalah dengan sejumlah mesin kapasitas besar buatan Samsung.
Hal ini terjadi setelah sebuah perusahaan hukum AS menuntut perusahaan Korea Selatan itu, dengan menyatakan masalah tersebut menimbulkan cedera atau kerusakan.
Baik Samsung maupun CPSC menyatakan sejumlah mesin cuci kapasitas besar tertentu dari bulan Maret 2011 sampai April 2016 mengalami cacat ini.
"Dalam sejumlah kasus langka, unit bermasalah kemungkinan mengalami getaran tidak biasa yang menimbulkan risiko cedera pribadi atau kerusakan properti ketika mencuci barang yang tebal atau tahan air," kata Samsung di situs internet.
Perusahaan tersebut meminta konsumen pemilik model mesin cuci ini untuk menggunakan pencuci halus berkecepatan rendah ketika mencuci barang-barang seperti itu.
Samsung tidak menyebutkan nama modelnya, tetapi mengizinkan konsumen untuk memasukkan nomor seri guna memeriksa apakah mesinnya termasuk model yang cacat.
Perusahaan tersebut juga menghadapi tuntutan sebuah perusahaan hukum Amerika yang menduga sebagian dari "mesin cuci kapasitas besar meledak di rumah pemilik," menyebabkan cedera dan kerusakan, menurut seorang pengacara Jason Lichtman.
Sumber :

Analisis
Kesalahan teknis yang terjadi pada produk mesin cuci Samsung juga menyebabkan krisis. Disamping itu, laporan meledaknya mesin cuci Samsung bersamaan dengan laporan meledaknya Samsung Galaxy Note 7. Tentu saja hal ini menjadi pukulan keras bagi Samsung.

b.             Krisis Konfrontasi
Program CSR Tak Transparan, PT Semen Tonasa Didemo Warga

Massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali melakukan demonstrasi di Makassar terkait dana Corporate Social Responsibility PT Semen Tonasa.
"CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan diatur dalam Undang-undang 40 Tahun 2007, pasal 74 ayat 1, tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan," ujar Jenderal Lapangan, Ahmadi Umar, di Fly Over Makassar, Rabu.
Dalam orasinya, ia mengatakan, PT Semen Tonasa tidak transparan kepada masyarakat sebab masyarakat sekitar tidak mengetahui adanya anggaran yang digelontorkan untuk pengelolaan CSR.
"Masyarakat hari ini hampir tidak menikmati dana tersebut. Masyarakat hanya mendapatkan setiap harinya hujan debu, asap tebal dan kebisingan saat pabrik beroperasi," papar aktivis pengkep itu.
Ia bahkan menuding pihak PT Semen Tonasa mengelontorkan dana CSR tersebut hanya kepada kalangan para keluarga pegawai perusahaan, sehingga keberpihakan perusahaan perlu dipertanyakan.
Ketua umum IPPM Pangkep, Hardi, menuturkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Semen Tonasa segera dilaksanakan secepatnya mengingat sejumlah permasalahan terkait kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan itu terus bergulir.
Sumber :

Analisis
PT Semen Tonasa tidak memberikan dana CSR yang telah dianggarkan oleh perusahaan kepada masyarakat sekitar. Masyarakat justru dirugikan dengan kegiatan operasional perusahaan karena keseimbangan lingkungan menjadi terganggu bahkan dapat berdampak pada penurunan kualitas kesehatan. Di beberapa sumber lainnya juga menyebutkan bahwa masyarakat sempat menyegel perusahaan tersebut. Tentunya gangguan ini menyebabkan krisis pada perusahaan.

Limbah Pabrik Gula Glenmore Masuk Sungai, Warga Gatal-gatal

Limbah dari PT Industri Gula Glenmore mencemari Sungai Glenmore yang mengalir ke pesisir selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Limbah itu diduga menyebabkan ribuan ikan mati dan gatal-gatal pada warga. Dinas Lingkungan Hidup meminta agar aktivitas pabrik dihentikan sampai instalasi pengolahan air limbah selesai diperbaiki. Pencemaran sungai sudah dirasakan warga sejak tiga bulan lalu hingga Senin (9/1/2017). Minggu, warga menemukan ribuan ekor ikan mati di sungai itu. "Kasus ikan mati sudah tiga kali ini terjadi. Kami membawa pulang berember-ember ikan. Pagi ini (Senin) masih ada juga yang mati," kata Sumarti, warga RT 003 RW 003 Dusun Blok Agung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Purwanti, warga yang sehari-hari memakai air sungai untuk mandi, juga mengeluhkan gatal-gatal. Baju yang mereka cuci tak bisa bersih dan ada serat tipis yang menempel di kain. 
"Saya sudah berhenti mencuci baju di sungai sejak Desember lalu setelah sekeluarga merasakan gatal-gatal. Baju pun jadi kotor karena serat-serat yang menempel. Serat tipis itu tak bisa hilang sampai saat ini walau sudah saya cuci berkali-kali," kata Purwanti, yang juga pengurus RT. Ia sudah melaporkan hal itu ke kantor desa, tetapi sampai saat ini kasus belum terpecahkan. Pada Senin siang kemarin, kondisi di sepanjang Sungai Glenmore dari Dam Karangdoro hingga Jajag terlihat kecoklatan. Di beberapa pintu air masih ditemukan buih atau busa air.
Sumber :

Analisis
PT Industri Gula Glenmore (IGG) membuang limbah ke Sungai Glenmore tanpa melalui proses pengolahan limbah. Masyarakat baik yang tinggal di sekitar perusahaan maupun di sepanjang Sungai Glenmore turut merasakan dampaknya. Puncaknya, masyarakat sempat menyegel perusahaan. Aksi masyarakat ini menghambat kegiatan operasional perusahaan.

c.              Krisis Malevolance
Luwak White Koffie Bisa Terbakar, tapi Tak Berarti Berbahaya

Dalam kompilasi video berdurasi tiga menit yang diunggah di akun Youtube City Network, beberapa orang melontarkan perkataan di atas usai melihat bubuk Luwak White Koffie yang terbakar saat dituangkan ke api. Selain Luwak White Koffie, salah seorang di sebuah video juga menaburkan bubuk kopi merek ABC di atas api. Namun, kopi yang disebut kedua ini tak terbakar seperti kopi keluaran PT Java Prima Abadi itu. Gara-gara hal inilah mereka merasa bahwa Luwak White Koffie tak layak untuk dikonsumsi.
Adanya rekaman tersebut lantas memunculkan video lain di media sosial yang menjelaskan alasan mengapa Luwak White Koffie mudah terbakar. Ridwan Tresna Nugraha lewat akun Facebooknya mengatakan bahwa semua serbuk minuman yang mengandung krimer akan bereaksi apabila terkena panas. Hal ini dikarenakan bahan krimer mengandung minyak nabati yang bersifat sensitif terhadap api.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Kopi cap Luwak atau Luwak White Koffie adalah minuman serbuk kopi gula yang mengandung komposisi kopi bubuk instan, krimer nabati, dan gula. Serbuk yang dimiliki Luwak White Koffie, dalam hal ini, berbobot ringan serta berpartikel halus. Badan POM mengatakan bahwa bentuk serbuk inilah yang menyebabkan produk pangan tersebut dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.
Selain itu, Badan POM menjelaskan serbuk Luwak White Koffie mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah. Kondisi ini juga menjadi faktor lain mengapa kopi ini bereaksi ketika terkena panas api.
Badan POM mengatakan bahwa umumnya produk pangan yang mempunyai rantai karbon atau ikatan antar-atom karbon, kadar air rendah, dan berbentuk tipis serta berpori bisa terbakar apabila disulut dengan api. Badan POM lebih lanjut menjelaskan bahwa bahan pangan lain seperti terigu, kopi bubuk, merica bubuk, kopi instan, pati jagung, dan susu bubuk juga bersifat mudah terbakar. Meski begitu, bahan-bahan tersebut dijamin aman dikonsumsi apabila telah mendapatkan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI.
Sumber:

Analisis
Dari kasus ini, terlihat bahwa sekelompok orang yang mengunggah video di Youtube dengan akun Youtube City Network berusaha untuk menjatuhkan Luwak White Koffie. Padahal setiap makanan yang mengandung serpihan partikel karbon juga mudah terbakar. Namun, orang-orang yang ada di video tersebut berusaha memberi penekanan hanya pada produk Luwak White Koffie. Akibatnya, video tersebut telah menimbulkan kepanikan bahkan penurunan penjualan dari Luwak White Koffie.


d.             Krisis Manajemen dan Perilaku karyawan
Pilot Lion Air yang Pukul Pegawai Hotel di Surabaya Resmi Ditahan

Oknum pilot Lion Air, AG (29) yang melakukan penganiayaan terhadap pegawai La Lisa Hotel, Surabaya, AR (28), resmi ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada Kompas.com, Kamis (9/5/2019).
Penetapan AG sebagai tersangka, kata Barung, setelah polisi memeriksa video pemukulan pilot Lion Air terhadap pegawai La Lisa Hotel Surabaya, AR. Sebelumnya, Barung menyebut, Polda Jatim memiliki sejumlah alasan mengapa kasus penganiayaan oknum pilot kepada pegawai hotel di Surabaya itu diambil alih. Salah satu alasannya adalah kepolisian tidak ingin ada intervensi dalam menangani perkara tersebut. Selain itu, kasus tersebut juga menjadi perhatian publik luas.
Keterangan yang didapat kepolisian, aksi oknum pilot tersebut diduga dipicu rasa kecewa dengan pelayanan Hotel La Lisa yang dilakukan oleh pegawai hotel berinisial AR tersebut.
Sumber :

Analisis
Pada kasus ini, perilaku pilot yang terekam oleh CCTV hotel dan tersebar di media sosial menarik perhatian masyarakat. Tentunya hal ini memberi dampak bagi perusahaan. Citra Lion Air akan semakin memburuk karena tidak hanya pelayanan Lion Air yang buruk, namun juga perilaku karyawannya yang buruk. Karena sesungguhnya setiap karyawan menjadi wajah yang mewakili perusahaan. Akibatnya, nilai saham Lion Air menurun.

Tokopedia Dikabarkan Pecat Puluhan Karyawan Terkait Kecurangan Flash Sale

Perusahaan e-commerce Tokopedia dilaporkan telah memecat sejumlah karyawan yang diduga melakukan kecurangan. Para karyawan yang diberhentikan ini diduga karena melakukan kecurangan saat kampanye flash sale saat peringatan hari ulang tahun ke-9 Tokopedia.
Berdasarkan laporan yang dikutip KompasTekno dari Tech in Asia, Senin (27/8/2018), tindak kecurangan ini sangat merugikan konsumen karena para pembeli tidak dapat membeli barang murah yang dijual pada kampanye flash sale secara adil.
Bahkan berdasarkan laporan tersebut, jumlah karyawan yang dipecat mencapai angka puluhan termasuk karyawan senior di Tokopedia. KompasTekno pun mencoba mengonfirmasi kabar ini pada pihak Tokopedia. Lewat pernyataan resminya, Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais tak memberikan jawaban pasti kabar pemecatan tersebut, namun ia mengatakan bahwa nilai yang dianut Tokopedia sendiri adalah membangun kepercayaan. "Setiap titipan kepercayaan adalah sebuah amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) tanpa terkecuali," tulis Priscilla.
Ia pun mengatakan bahwa karyawan yang tak dapat menjaga kepercayaan dan integritas akan ditindak tegas sesuai dengan kebijakan perusahaan yang berlaku. "Gagal menjaga kepercayaan artinya gagal menjaga integritas dan Tokopedia tidak memberikan ruang toleransi untuk individu yang menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas," ungkap Priscilla.
"Setiap individu, yang ditemukan menyalahgunakan kepercayaan dan/atau gagal menjaga integritas, akan kami tindak sesuai kebijakan perusahaan," katanya. Tokopedia menggelar flash sale dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-9 perusahaan. Penawaran barang dengan harga miring tersebut berlangsung pada pukul 09.00 pagi dan pukul 21.00 terhitung dari 15-17 Agustus lalu.
Sumber :

Analisis
Adanya kecurangan yang dilakukan oleh karyawan Tokopedia saat flash sale menyebabkan para pelanggan kehabisan barang lebih cepat. Tentunya, hal ini membuat pelanggan berpikir bahwa flash sale tersebut tidak diselenggarakan dengan benar. Hal ini dapat mengancam citra merek Tokopedia bahkan kehilangan para pelanggan. Oleh karena itu, Tokopedia memberi sanksi tegas pemecatan pada karyawan yang melakukan kecurangan.

e.              Krisis Workplace Violence
Nasib Buruh H&M Tak Secerah Produknya

Dalam laporan LSM Buruh seperti Asia Floor Wage Alliance (AFWA), Central Cambodia dan beberapa LSM lainnya yang dipublikasikan 28 Mei 2018, mereka menyatakan pekerja garmen perempuan di pabrik dua jenama fesyen ternama, Gap dan H&M, cabang Asia kerap mengalami kekerasan seksual dan fisik akibat tuntutan target perusahaan. Tindak kekerasan ini meliputi pelecehan verbal, ancaman, sampai pemaksaan lembur. Kekerasan tak sebatas terjadi di lokasi kerja, tetapi juga di luar pabrik.
Global Labor Justice menegaskan ada faktor sistematis yang membuat pekerja perempuan seringkali jadi sasaran aksi kekerasan dalam mata rantai industri garmen. Faktor itu antara lain kontrak jangka pendek, target produksi dan jam kerja yang berlebih, pemenuhan upah yang minim, sampai ketidakamanan tempat kerja. Lebih dari 540 pekerja di pabrik pemasok dua jenama tersebut menggambarkan pengalaman buruknya. Kejadian rata-rata terjadi selama Januari dan Mei 2018 di Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, dan Sri Lanka.
Sumber :
https://tirto.id/nasib-buruh-hm-tak-secerah-produknya-cLRS (diakses pada 20 Mei 2019 pukul 8.20)

Analisis
Produk H&M dan GAP sudah dikenal oleh masyarakat luas dengan citra yang baik. Perihal kekerasan yang dialami oleh buruh garmen H&M dan GAP yang terangkat ke media, membuat citra perusahaan terancam karena tidak dapat memberikan pelayanan yang baik bagi para buruhnya sebagai mitra kerja. Jika para buruh ini melakukan aksi pemogokan, tentu saja akan menimbulkan krisis perusahaan lebih jauh bahkan kerugian.

Eksploitasi Kerja di Pabrik Es Krim Aice, Sponsor Asian Games 2018

PT Alpen Food Industry menjadi salah satu jantung pagelaran olahraga antarcabang yang mempertaruhkan kredibilitas Indonesia. Es krim Aice, nama produk PT AFI, terpampang sebagai sponsor Asian Games 2018. Di sisi lain, PT AFI mengalirkan es krim Aice ke 106 daerah di Indonesia, salah satunya ke minimarket OK OCE daerah Cikajang, Jakarta Selatan. Padahal PT AFI diduga melanggar hukum karena menghargai hak buruh dengan murah. 
PT AFI mempekerjakan 644 buruh dengan proses perekrutan yang terbilang sangat singkat, baik itu lulusan SMP ataupun SMA. Para buruh hanya mendapat satu kali hari libur selama tiga minggu. Selain itu, mereka juga hanya digajih Rp 2,7 juta di bawah upah minimum Kabupaten Bekasi, yakni Rp 3,3 juta.
Sumber :

Analisis
Kasus yang dihadapi oleh PT Alpen Food Industri tentang pelanggaran hak tenaga kerja dapat membawa perusahaan ke dalam situasi krisis. Perusahaan akan mengalami permasalahan hukum dengan Kementerian Tenaga Kerja, menjadi sorotan media, atau buruh yang melakukan pemogokan kerja. Pada akhirnya perusahaan akan mengalami kerugian.

f.              Krisis Bencana Alam
Tsunami Porak Porandakan Tempat Wisata Tanjung Lesung

Tsunami yang melanda kawasan Pandeglang, Banten, dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12/2018) pukul 21.27 WIB memakan cukup banyak korban jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Puwo Nugroho telah memberi informasi terkait update jumlah korban.
Dikutip dari laman twitter @Sutopo_PN, Minggu (23/12/2018), Sutopo Puwo Nugroho menyatakan update jumlah korban hingga pukul 16.00 WIB, Minggu (23/12/2018) tercatat sebanyak 222 orang korban meninggal dunia, 843 luka-luka, dan 28 orang hilang.
Sebelum tsunami menerjang Pantai Tanjung Lesung merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia. Disana, wisatawan dapat menemukan adanya beach club, Mongolian Culture Center, hingga tempat menarik untuk melakukan olahraga air, seperti snorkeling, diving, jets ski, dan kayak.
Sumber :

Analisis
Sebagai destinasi wisata, Tanjung Lesung tentunya sudah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Peristiwa tsunami meluluhlantakan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Para pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata juga mengalami kerugian karena tidak ada yang habis tersisa dari usahanya.

g.             Krisis Produk
1.             Product credibility
Volkswagen

Di Indonesia, merek Volkswagen VW kalah pamor dengan mobil-mobil dari Jepang. Tapi di Eropa, VW adalah jawara. Bahkan secara global, VW kerap menyalip merek-merek Jepang seperti Toyota dan Honda.
Tahun 2015, raksasa otomotif dari Jerman ini mengalami masalah besar. Brand VW tercoreng oleh skandal emisi kendaraan diesel mereka. Dinas Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menemukan jika piranti lunak di sejumlah kendaraan VW berbahan bakar diesel, bisa memanipulasi uji emisi.
Temuan tersebut sontak membuat saham VW rontok hingga 18%. Dampak paling besar tentu saja terhadap merek VW yang telah menjadi legenda otomotif dunia. Merek yang dibangun selama 79 tahun tersebut, tercoreng.
Tapi dengan kesigapan manajemen pusat VW menanggapi temuan tersebut, VW bisa lolos dari lubang jarum. VW menunjukkan reputasi mereka dengan memfasilitasi penyelidikan skandal emisi tersebut alih-alih menutup diri.
Sikap transparan ini sukses menyelamatkan VW. Terbukti, pendapatan perusahaan malah naik pada kuartal pertama tahun 2016. Meskipun secara total sepanjang tahun 2016, keuntungan yang dibukukan VW mengalami penurunan. Tapi sejauh ini, VW dilaporkan tidak merugi.
Sumber :

2.             Product tampering
Digerebek, Pabrik Saus di Bandung Ini Pakai Pewarna Tekstil Bukan Cabai dan Tomat

Polrestabes Bandung menggerebek pabrik pembuatan saus sambal dan saus tomat di Jalan Cicukang No.6 RT 04/03, Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Senin (26/1/2015). Pabrik tersebut diduga memproduksi saus sambal dan saus tomat palsu.
Penggerebekan dipimping langsung Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Ngajib serta Kapolsek Bandung Kulon Kompol Asral Bakar dan belasan anggota lainnya.
Pantauan di lokasi, dari depan pabrik ini terlihat seperti rumah biasa. Melalui jalan samping rumah, ada beberapa kamar. Sementara di bagian belakang terlihat ruang-ruang yang dugunakan untuk produksi saus sambal. Mulai dari proses pengadukan hingga pengemasan. Terlihat ceceran-ceceran saus belepotan di berbagai tempat. Lantai keramik berwarna putih penuh dengan bercak merah.
"Pembuatan saus sambal dan tomat di sini menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya serta pewarna tekstil," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di lokasi.
Di dua sudut ruangan tersimpan ratusan plastik saus yang telah siap dipasarkan. Merek saus tersebut antara lain Sinarsari, Unggul Sari, dan Indosari.
"Kita mengetahui pabrik ini dari informasi masyarakat yang melapor," katanya. Menurut Yoyol, bahan baku saus sambal dan tomat ini tidak memakan cabai dan tomat. Untuk menciptakan rasa pedas atau asam, pabrik ini menggunakan bahan kimia berbahaya yang tak aman bagi tubuh.
Bahan kimia yang dicampurkan dengan ampas tapioka atau onggok antara lain berbagai ekstrak seperti ekstrak bawang putih, ekstrak cabai leoserin capsikum, potasium pospat, bibit cairan tomato serta pewarna tekstil.
Pada kemasan dituliskan bahwa saus menggunakan tomat dan cabai padahal pembuatannya menggunakan essen tomat dan ekstrak cabai atau leoseron capsikum.
Sumber :

Analisis
Product tampering is the deliberate contamination of goods after they have been manufactured.”
Produk sambal ini terkontaminasi bahkan tidak sama sekali mengandung komposisi yang seharusnya. Jelas sekali bahwa produk ini berbahaya untuk dikonsumsi karena akan menimbulkan efek yang serius. Dengan terungkapnya hal ini, maka akan menimbulkan krisis bagi produsen saus Sirnasari, Unggul sari, dan Indosari.

Tercemar Bakteri, Susu Lactalis Prancis Direcall

Produsen susu raksasa Lactalis mengumumkan penarikan produk makanan bayi setelah menemukan sumber kontaminasi di sebuah pabrik Prancis yang telah dikaitkan dengan kasus bakteri salmonella.
Lactalis mengatakan penarikan semua produk susu formula dan makanan bayi yang diproduksi di pabriknya di Craon, Prancis barat laut, merupakan upaya pencegahan lebih jauh dari perusahaan atas dugaan pencemaran bakteri.
Dalam sebuah pernyataannya, Lactalis mengatakan, penarikan kembali produk terbaru ini mempengaruhi produk-produk yang ditujukan untuk pasar domestik dan ekspor yang membawa merek Picot, Milumel dan Taranis. Produk yang dipasok oleh pabrik Craon dicurigai terkait dengan kasus salmonella yang menginfeksi sejumlah bayi di Prancis baru-baru ini.
Setelah recall yang dimulai awal bulan ini, pengecekan oleh Lactalis tidak menunjukkan adanya kontaminasi. Namun adanya penemuan lebih banyak mengenai kasus salmonella kemudian menyebabkan perusahaan  menghentikan produksi di pabrik Craon.
Lactalis mengatakan, pengujian  lebih lanjut telah menunjukkan bahwa kontaminasi terjadi di Craon mulai paruh pertama tahun ini. Tidak disebutkan jenis kontaminasi yang terdeteksi. Lactalis merupakan salah satu produsen susu terbesar di dunia, dengan nilai penjualan tahunan sekitar 17 miliar euro (US$ 20,2 miliar).

Sumber :

https://internasional.kontan.co.id/news/tercemar-bakteri-susu-lactalis-prancis-direcall (diakses pada 19 Mei 2019 pukul 22.45)


Analisis
Product tampering is the deliberate contamination of goods after they have been manufactured.”
Pada akhir tahun 2017, Prancis sedang dihebohkan dengan banyaknya laporan mengenai bayi yang terinfeksi salmonella yang berasal dari Susu Lactalis. Tentunya hal ini membuat perusahaan mengalami krisis sehingga perusahaan mengambil langkah tegas untuk merecall produk dan menghentikan produksinya.

SOAL 1       
2.             Buatlah 1 contoh analisis anda dari masing masing potential crisis!
Jawab :
1.             Public Health
Potensi krisis bagi perusahaan tentang kesehatan masyarakat bisa terjadi pada perusahaan yang bergerak dibidang pertambagan. Perusahaan tambang diharapkan memiliki kontribusi tambahan pendapatan negara yang cukup signifikan. Kenyataanya, pemasukan yang didapat dari Freeport (perusahaan tambang emas multinasional) lebih kecil Rp 20 triliun dari cukai rokok Rp 72 triliun.
Keberadaan perusahaan tambang juga membawa masalah bagi lingkungan sekitar tambang. Contoh nyatanya adalah PT Arumbai Mangan Bekti di Nusa Tenggara Timur. Lahan-lahan pertanian kini telah berubah menjadi lubang-lubang besar. Tak hanya itu masyarakat harus berhadapan dengan limbah Mangan dari kawasan pegunungan turun kerumah-rumah dan lahan pertanian mereka saat hujan deras. Mereka juga kesulitan mendapatkan air bersih dam harus menghirup udara yang tercemar debu Mangan setiap harinya. Oleh karena itu, gangguan kesehatan masyarakat dapat menjadi potensi krisis bagi perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang pertambangan.
Sumber :

2.             Customer Complaint
Lazada Tegaskan Kasus Beli iPhone 6 Dapat Sabun Mandi Murni Keluhan Pelanggan

Kasus beli iPhone 6 Plus di Lazada tapi dapat sabun mandi mendapat perhatian dari netizen. Pembahasan kasus ini bahkan merembet ke isu persaingan usaha antar situs e-commerce.
Pasalnya, dari hasil penelusuran Kaskuser mengungkapkan pihak yang melayangkan keluhan itu adalah pekerja salah satu perusahaan e-commerce.
Terkait hal ini, PR Manager Lazada Indonesia Tania Amalia menegaskan kasus tersebut murni keluhan dari pelanggan. Atas dasar itu, langkah yang ditempuh adalah menindaklanjuti keluhan itu secepat mungkin.
Lebih jauh Tania mengakui pelanggan tersebut benar telah membeli iPhone 6 Plus melalui Lazada. Dari data yang dimilikinya, barang pesanan pelanggan itu diterima pada 26 Juni lalu. Sayangnya, Tania tak bisa menyebut pasti berapa lama keluhan itu bisa diselesaikan Lazada.
Hanya, dia memastikan Lazada telah berjanji kepada pelanggan tersebut untuk selalu meng-up date informasi secara berkala.
Sumber :

Analisis
Di era pesatnya teknologi dan informasi, semua informasi akan mudah tersebar. Seperti halnya pelanggan yang tidak merasa puas dengan pelayanan. Mereka lebih bersedia menyampaikan keluhannya di media sosial daripada menghubungi call center perusahaan. Seperti kasus ini, berawal dari kaskus, keluhan tersebut bisa terus bergulir hingga di retweetnya unggahan tersebut oleh banyak orang. Tentunya, hal ini dapat menjadi ancaman bagi Lazada.

3.             False Advertising
Taco Bell's seasoned beef
When consumers raised questions about what was actually seasoning Taco Bell's seasoned beef, the company didn't know how to respond.
It was simply using oat filler -- which means the meat isn't seasoned beef at all, according to USDA standards. The franchise had been tricking its consumers into thinking its products were of a higher grade than they actually were.
Taco Bell took the opportunity to poke fun at itself, hoping to mitigate the PR disaster. The company even took out a full-page newspaper ad thanking complainants for suing. So far, so good. Taco Bell's proactivity and willingness to address the controversy have restored some faith in the fast food giant.
The woman who started all the hullabaloo ultimately dismissed her lawsuit.
Sumber :

Analisis
Taco Bell’s Seasoned Beef membuat iklan palsu bahwa ada kandungan daging di dalam taco. Pada kenyataannya, bahan yang digunakan adalah oat filler. Perusahaan berniat untuk mengelabui para pembeli, sayangnya hal ini terangkat ke media dan justru menjadi boomerang bagi perusahaan. Krisis yang terjadi segera ditangani oleh Taco Bell dengan memasang iklan pada satu halaman penuh yang berisikan terima kasih telah menyampaikan keluhan kepada perusahaan. Niat hati ingin memangkas anggaran yang terjadi justru kerugian.

4.             Legal Issues
Nike Dikecam Gara-gara Kasih Upah Rendah ke Buruh RI
Produsen perlengkapan dan aksesoris olahraga multinasional, Nike Inc ternyata menyimpan luka di balik produk-produknya yang bernilai tinggi. Baru-baru ini, Nike dituntut karena tidak memberikan gaji yang layak bagi para buruh pabriknya di Indonesia.
Seperti dikutip dari Digital Journal, Kamis (10/4/2014), lembaga anti kemiskinan global SumOfUs mengirimkan petisi pada perusahaan raksasa tersebut karena telah mengeksploitasi para buruh pabriknya.
Nike dikecam karena menjual kaos tim olahraga Inggris seharga US$ 150 atau Rp 1,7 juta, tapi hanya menggaji buruh pabrik di Indonesia dengan bayaran 50 cent atau Rp 5.600 per jam untuk memproduksi kaos tersebut.
"Tim Inggris dan para fans-nya, sebaiknya tidak ikut terlibat dalam eksploitasi buruh di Indonesia dengan ikut membeli kaos mahal tersebut," ungkap para penggiat SumOfUs seperti tertulis dalam keterangannya.
Lembaga tersebut mengungkapkan, membeli kaos itu berarti ikut mendukung praktik ketidakadilan pada para buruh. Tak hanya itu, keuntungan Nike yang super besar juga menjadi isu yang diangkat dalam memperjuangkan hak buruh pabrik di Indonesia.
Sejauh ini, laba Nike tercatat mencapai 15,6 miliar pound sterling atau Rp 297,4 triliun. Sementara CEO Nike menerima kucuran upah tinggi sebesar 9,2 miliar pound sterling atau Rp 175,4 triliun.
Ironisnya, keringat buruh yang bekerja membuat produk-produk mahal Nike di Indonesia hanya diganjar dengan upah rendah yaitu Rp 5.600 per jam.
Tak heran, lembaga peduli tenaga kerja berupah rendah itu langsung mengecam aksi Nike dan meminta perusahaan olahraga tersebut memberikan upah yang lebih layak.
Sumber :

Analisis
Permasalahan hukum yang dialami oleh perusaan juga dapat mengancam kegiatan operasional perusahaan, seperti yang dialami oleh Nike Indonesia. Nike hanya membayar buruh dengan upah yang rendah yaitu Rp 5.600 per jam, tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan oleh Nike. Hal ini dapat mempengaruhi visibilitas Nike, kondisi keuangan Nike, dan izin operasional Nike.

5.             Bussiness Practices and Ethics

KPK Dalami Peran PT CGA di Kasus Suap Bupati Bengkalis


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus peran signifikan PT Citra Gading Asritama (PT CGA) dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Perusahaan itu berpeluang besar menjadi tersangka korporasi dalam perkara tersebut.
Amril Mukminin diduga menerima sekitar Rp 2,5 miliar dari PT CGA sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang itu disinyalir untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multi years tahun 2017-2019.
Amril kemudian kembali menerima Dollar Singapura dari PT CGA senilai Rp 3,1 miliar saat telah menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan sekitar Juni dan Juli 2017.
Totalnya, Amril Mukminin diduga telah menerima Rp 5,6 miliar. Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning sendiri merupakan bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp 537,33 miliar.
Sumber:

Analisis
PT Citra Gading Asritama yang bergerak di bidang kontraktor melakukan gratifikasi kepada Bupati Bengkalis, Amirul Mukminin. Mungkin, pada awalnya hal ini ditujukan untuk mempererat jalinan kerjasama pembangunan jalan. Namun, tindakan gratifikasi tersebut sudah diintai sejak lama oleh KPK. Tindakan gratifikasi hanya membuat bom waktu bagi perusahaan yang bisa menimbulkan krisis kapan saja. Saat tindakan tersebut terangkatan dan menjadi sorotan media maka harga saham perusahaan pun akan goyah dan membuat investor berpikir untuk menarik sahamnya khawatir jika perusahaan tersebut kolaps.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Publik “Kasus PT Ultrajaya Milk Adanya Benda Mirip Kaki Katak Dalam Kemasan Susu”

Kasus PT Ultrajaya Milk Adanya Benda Mirip Kaki Katak Dalam Kemasan Susu

RUMOR