TUGAS INDIVIDU MANAJEMEN KRISIS
Bagus Bima Putra
0441 16 372
Jenis Krisis Manajemen :
PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES
pada tanggal 12 Februari 2014, PT Merpati Nusantara Airlines (merpati) menghentikan operasional penerbangan sejak sabtu 1 Februari 2014.
Merpati menderita risiko operasional lantaran manajemen tidak mampu mengelola maskapai penerbangan tersebut. Merpati juga menghadapi risiko likuiditas berupa utang Rp 6,7 triliun yang kemudian membengkak menjadi Rp 7,3 triliun pada Februari 2014.
Merpati juga akan menderita potensi reputasi kalau kedua risiko operasional dan likuiditas itu tidak cepet terselesaikan. Merpati semakin terlihat ketika perusahaan belum membayar gaji karyawan, termasuk pilot, selama dua bulan. Akibatnya, 50 pilot telah hengkang dari merpati.
Sumber krisis : Internal
SINAR MAS GROUP
Sinar Mas Group adalah salah satu konglomerasi terbesar di indonesia. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1962 dan memiliki banyak anak perusahaan seperti Asia Pulp & Paper dan produsen minyak sawit PT SMART TBK.
29 November 2009 anak perusahaan Sinar Mas Group yang memproduksi minyak sawit, PT SMART TBK, dituduh melakukan deforestasi hutan hujan di Indonesia oleh greenpeace. Dengan munculnya isu penghancuran hutan yang dituduhkan oleh greenpeace, perusahaan Unilever menghentikan pembelian minyak sawit dari PT SMART TBK, anak perusahaan Sinar Mas, karena mereka tidak memberikan bukti yang cukup bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik lingkungan.
Bulan Maret 2010, Nestle menghadapi krisis reputasi publik terhadap penggunaan minyak sawit dari Sinar Mas yang hutan sawitnya menjadi penyebab penghancuran hutan hujan dan habitat orangutan berskala besar. Untuk menghindari bencana reputasi publik, Nestle langsung menghentikan pembelian minyak sawit dari Sinar Mas.
Dengan munculnya isu penghancuran hutan yang dituduhkan oleh greenpeace, beberapa perusahaan besar lain seperti Carrefour, Abengoa memutuskan kontrak dengan PT SMART TBK, anak perusahaan Sinar Mas.
Sumber krisis : Eksternal
Contoh analisis anda dari masing masing masing krisis potensial
Di Indonesia sendiri terdapat asosiasi yang diberi nama GAIKINDO. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1969 dan bersifat non profit. Hingga tahun 2006, anggota Gaikindo terdiri dari 16 perusahaan perakitan, 21 agen penjualan, 7 perusahaan suku cadang, dan 4 industri komponen utama. Tujuan Gaikindo adalah untuk meningkatkan pembangunan industri otomotif, memperbaiki kualitas hidup bangsa Indonesia dan kegiatan lain yang dipengaruhi oleh industri otomotif Indonesia Krisis global yang terjadi di dunia sekarang ini berawal dari kredit macet perumahan yang beruntun ke krisis financial yang terjadi di Amerika. Karena bermula dari hal ini maka pembahasan kita akan tidak jauh dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di Amerika. Pengaruh krisis keuangan ini sangatlah besar bagi dunia otomotif bahkan 3 perusahaan sekaliber Ford, General Motors, dan Chrysler terancam bangkrut padahal mereka merupakan the big three otomotif di Amerika. Dengan adanya krisis di Amerika, perusahaan-perusahaan di Amerika mulai belajar. Perusahaan ini sekarang mulai fokus untuk membenahi kondisi perusahaan di negara mereka tidak lagi terlalu agresif untuk memperhatikan pasar luar negeri. Sehingga banyak dilakukan penarikan-penarikan dana-dana yang dahulunya di kucurkan ke luar negeri dalam bentuk dollar kembali ke dalam negeri Amerika sendiri.
Krisis global inilah yang mau tidak mau berimbas pada industri otomotif di Indonesia. Hal-hal yang menyebabkannya seperti:
1. Terjadinya penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar US (penurunan daya beli masyarakat).
Menyebabkan harga-harga kendaraan bermotor meningkat sehingga daya beli masyarakat secara keseluruhan berkurang salah satunya terhadap permintaan otomotif yang semakin menurun.
2. Sentimen negatif melalui pasar uang, dan penurunan arus kas modal/dana ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Di Indonesia kebanyakan perusahaan-perusahaan otomotif yang listing di bursa efek Indonesia akan kesulitan dalam mendapatkan modal bagi perusahaannya. Apalagi kebanyakan investor baik asing maupun investor domestik yang bermain di pasar bursa bermain dalam jangka pendek saja.
3. Alasan keterkaitan pengaruh krisis global terhadap industri otomotif di Indonesia adalah karena di Indonesia sekitar 80% pembelian kendaraan dilakukan dengan cara kredit.
Perhitungan suku bunga sangat menentukan keputusan membeli masyarakat oleh karena adanya penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu suku bunga bank dalam bentuk pinjaman sekarang ini sedang tinggi-tingginya sehingga kebanyakan konsumen-konsumen otomotif memilih untuk berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian kendaraan bermotor dengan cara kredit.
4. Ketergantungan pada komponen-komponen impor goyahkan dunia otomotif.
Ketergantungan pada impor komponen memang besar karena industri otomotif nasional masih tergantung dalam hal bahan baku, pengembangan teknologi, hingga pemasaran komponen tersebut. Untuk bahan baku Indonesia masih sangat bergantung terbukti menurut artikel yang kami dapatkan, dikatakan bahwa untuk PT Honda Prospect Motor (HPM) baru 40 persen menggunakan komponen lokal, sisanya harus impor. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan sektor industri kita ini membuat kita harus mengimpor barang baku dari luar negeri dengan menggunakan dollar. Dengan melemahnya harga dollar ini maka kita harus mengeluarkan uang lebih besar untuk mendatangkan komponen-komponen tersebut.
Analisis
Kesimpulan yang dapat diambil adalah krisis financial global yang terjadi di Amerika berdampak pada industri otomotif. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya penurunan industri otomotif di Indonesia adalah:
1. Terjadinya penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar US (penurunan daya beli masyarakat).
Solusinya adalah mau tidak mau produsen kendaraan harus menurunkan jumlah produksi mereka, serta kendaraan-kendaraan yang diproduksi hendaknya lebih bersifat ramah terhadap kantong konsumen, misalnya memproduksi kendaraan yang memerlukan bahan bakar yang irit.
2. Sentimen negatif melalui pasar uang, dan penurunan arus kas modal/dana ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Solusinya diharapkan kepada para investor agar tidak bertindak panik terhadap isu-isu negatif yang belum tentu kebenarannya. Akan tetapi kesemuanya itu hanya dapat kita kembalikan kepada sikap masing-masing investor. Melihat dari masih kecilnya modal yang terkumpul di dalam pasar bursa kita, sehingga kepanikan sedikit saja akan memperparah keadaan bursa. Apabila kepanikan ini tidak terjadi untuk waktu dekat perusahaan-perusahaan otomotif dapat menggunakan modal dari penjualan sahamnya lebih lama (jangka panjang) dalam rangka mengatasi dampak yang mungkin timbul dari isu yang terjadi.
3. Alasan keterkaitan pengaruh krisis global terhadap industri otomotif di Indonesia adalah karena di Indonesia sekitar 80% pembelian kendaraan dilakukan dengan cara kredit.
Solusinya dengan menyeleksi konsumen yang benar-benar memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban mereka. Sehingga tidak terjadi kredit macet yang akhir-akhir ini banyak terjadi, tidak seperti sebelum krisis yang pada umumnya memberikan kredit yang sangat mudah kepada para calon pembeli.
4. Ketergantungan pada komponen-komponen impor goyahkan dunia otomotif.
Solusinya agar industri otomotif di Indonesia harus berkembang dan berubah dengan mulai memproduksi komponen yang dibutuhkannya sendiri tanpa bergantung pada impor dari luar negeri. Dengan begitu maka industri kita akan lebih mandiri sehingga lebih kuat dalam menghadapi krisis financial ini. Mungkin yang lebih efektif adalah adanya peraturan dari pemerintah seperti penggunaan 40 % komponen dalam pembuatan mobil di Indonesia harus menggunakan komponen-komponen lokal.
PENDAHULUAN
Saat ini, perkembangan transportasi umum di dunia sedang mengalami kemajuan pesat. Transportasi umum meliputi transportasi darat (kereta api), transportasi laut (kapal laut), dan transportasi udara (pesawat). Tak terkecuali di Indonesia, perkembangan transportasi umum pun dapat dilihat dari banyaknya perbaikan fasilitas, perbaikan tempat, penambahan jumlah armada transportasi, serta perbaikan dan penambahan rute serta jadwal keberangkatan transportasi umum. Transportasi umum kini dianggap sebagai kebutuhan manusia. Selain itu, menggunakan transportasi umum dirasa lebih bermanfaat karena dapat mengurangi jumlah polusi dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan setiap harinya, bebas energi, meningkatkan kesehatan karena harus berjalan ketempat perhentiannya, serta penghematan biaya.
Pesatnya perkembangan teknologi transportasi umum tidak lepas dari masalah kecelakaan transportasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2013 tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa:"Kecelakaan transportasi adalah peristiwa atau kejadian pengoperasian transportasi yang mengakibatkan kerusakan sarana transportasi, korban jiwa, dan / atau kerugian harta benda."Kecelakaan transportasi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor alam (cuaca atau bencana alam), faktor manusia (human error), atau faktor teknologi (kerusakan pada transportasi itu sendiri). Krisis komunikasi yang terjadi yang terjadi pada Lion Air bersumber dari krisis operasional (pesawat mengalami gangguan) yang kemudian mengganggu jadwal penerbangan keseluruhan armada maskapai tersebut sehingga menjadi krisis pelayanan kepada pelanggan. Sontak krisis pelayanan pun berubah menjadi krisis komunikasi. Krisis komunikasi Lion Air ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan juga oleh komunitas praktisi corporate communication.
Selain kecelakaan, penerbangan Lion Air juga mencatat banyak keterlambatan. Dan pada 2012, penerbangan ini memecat dua pilot karena tertangkap menggunakan obat bius. Di tengah catatan perbaikan keselamatan yang dilakukan pemerintah Indonesia, Uni Eropa mencabut larangan sejumlah penerbangan Indonesia. Namun David Gleave menyatakan keraguan terkait kemajuan dalam langkah keselamatan ini. "Uni Eropa mencabut larangan penerbangan Indonesia namun itu dilakukan berdasarkan penilaian badan pengawasan (Indonesia), dan bukan penerbangannya sendiri
Kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang terjadi pada 29 Oktober 2018 merupakan kecelakaan penerbangan terparah kedua sejak Garuda Indonesia Airbus A300 di Medan pada 1997 dengan 234 penumpang dan awak meninggal. Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta menuju Pangkal Pinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkal Pinang. Danang Mandala Prihantoro Selaku Corporate Communication Strageic of Lion Air mengatakan setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5'49.052" E 107' 06.628" sekitar Karawang. Pesawat tersebut mengangkut penumpang sebanyak 181 penumpang, dengan perincian 124 penumpang dewasa laki-laki, 54 penumpang dewasa perempuan, 2 anak-anak, dan 1 bayi. Kru pesawat berjumlah tujuh orang. Dua orang penerbang (pilot dan kopilot) serta lima orang kru kabin pesawat. Dalam pesawat tersebut juga mengangkut tiga pramugari yang tengah melakukan pelatihan dan satu orang teknisi.
TEORI
Dengan latar belakang yang telah dikemukakan, maka teori yang digunakan oleh peneliti adalah Teori Situasional Publik (Situational Theory of Public).
Teori Situasional Publik (Situational Theory of Public)
Praktisi PR Sering menggunakan istilah publik untuk populasi massa, yang juga disebut publik umum (general public). Selain dari itu istilah publik juga merujuk kepada kelompok bagi program -- program PR yang sudah direncanakan, khususnya para wartawan, karyawan, konsumen, investor, lembaga pemerintahan dan sebagainya.
ANALISIS
Dalam dunia bisnis harga murah memang menjadi keinginan setiap konsumen, karena di era globalisasi sekarang ini masyarakat cenderung memilih transportasi yang murah karena meningkatnya biaya hidup, akan tetapi perusahaan penyedia barang atau jasa dengan harga murah harus tetap memperhatikan kualitas yang diberikan, dalam hal ini Lion Air harus tetap bertahan sebagai maspakai penerbangan dengan biasa murah (Low Cost Carier), tetapi tidak mengesampingkan keselamatan (safety), dan sebagai perusahaan penyedia jasa penerbangan sudah menjadi kewajiban Lion Air untuk menyediakan yang terbaik yakni dengan biaya murah dan kualitas yang baik.
0441 16 372
Jenis Krisis Manajemen :
PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES
pada tanggal 12 Februari 2014, PT Merpati Nusantara Airlines (merpati) menghentikan operasional penerbangan sejak sabtu 1 Februari 2014.
Merpati menderita risiko operasional lantaran manajemen tidak mampu mengelola maskapai penerbangan tersebut. Merpati juga menghadapi risiko likuiditas berupa utang Rp 6,7 triliun yang kemudian membengkak menjadi Rp 7,3 triliun pada Februari 2014.
Merpati juga akan menderita potensi reputasi kalau kedua risiko operasional dan likuiditas itu tidak cepet terselesaikan. Merpati semakin terlihat ketika perusahaan belum membayar gaji karyawan, termasuk pilot, selama dua bulan. Akibatnya, 50 pilot telah hengkang dari merpati.
Sumber krisis : Internal
SINAR MAS GROUP
Sinar Mas Group adalah salah satu konglomerasi terbesar di indonesia. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1962 dan memiliki banyak anak perusahaan seperti Asia Pulp & Paper dan produsen minyak sawit PT SMART TBK.
29 November 2009 anak perusahaan Sinar Mas Group yang memproduksi minyak sawit, PT SMART TBK, dituduh melakukan deforestasi hutan hujan di Indonesia oleh greenpeace. Dengan munculnya isu penghancuran hutan yang dituduhkan oleh greenpeace, perusahaan Unilever menghentikan pembelian minyak sawit dari PT SMART TBK, anak perusahaan Sinar Mas, karena mereka tidak memberikan bukti yang cukup bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik lingkungan.
Bulan Maret 2010, Nestle menghadapi krisis reputasi publik terhadap penggunaan minyak sawit dari Sinar Mas yang hutan sawitnya menjadi penyebab penghancuran hutan hujan dan habitat orangutan berskala besar. Untuk menghindari bencana reputasi publik, Nestle langsung menghentikan pembelian minyak sawit dari Sinar Mas.
Dengan munculnya isu penghancuran hutan yang dituduhkan oleh greenpeace, beberapa perusahaan besar lain seperti Carrefour, Abengoa memutuskan kontrak dengan PT SMART TBK, anak perusahaan Sinar Mas.
Sumber krisis : Eksternal
Contoh analisis anda dari masing masing masing krisis potensial
Di Indonesia sendiri terdapat asosiasi yang diberi nama GAIKINDO. Organisasi ini dibentuk pada tahun 1969 dan bersifat non profit. Hingga tahun 2006, anggota Gaikindo terdiri dari 16 perusahaan perakitan, 21 agen penjualan, 7 perusahaan suku cadang, dan 4 industri komponen utama. Tujuan Gaikindo adalah untuk meningkatkan pembangunan industri otomotif, memperbaiki kualitas hidup bangsa Indonesia dan kegiatan lain yang dipengaruhi oleh industri otomotif Indonesia Krisis global yang terjadi di dunia sekarang ini berawal dari kredit macet perumahan yang beruntun ke krisis financial yang terjadi di Amerika. Karena bermula dari hal ini maka pembahasan kita akan tidak jauh dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di Amerika. Pengaruh krisis keuangan ini sangatlah besar bagi dunia otomotif bahkan 3 perusahaan sekaliber Ford, General Motors, dan Chrysler terancam bangkrut padahal mereka merupakan the big three otomotif di Amerika. Dengan adanya krisis di Amerika, perusahaan-perusahaan di Amerika mulai belajar. Perusahaan ini sekarang mulai fokus untuk membenahi kondisi perusahaan di negara mereka tidak lagi terlalu agresif untuk memperhatikan pasar luar negeri. Sehingga banyak dilakukan penarikan-penarikan dana-dana yang dahulunya di kucurkan ke luar negeri dalam bentuk dollar kembali ke dalam negeri Amerika sendiri.
Krisis global inilah yang mau tidak mau berimbas pada industri otomotif di Indonesia. Hal-hal yang menyebabkannya seperti:
1. Terjadinya penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar US (penurunan daya beli masyarakat).
Menyebabkan harga-harga kendaraan bermotor meningkat sehingga daya beli masyarakat secara keseluruhan berkurang salah satunya terhadap permintaan otomotif yang semakin menurun.
2. Sentimen negatif melalui pasar uang, dan penurunan arus kas modal/dana ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Di Indonesia kebanyakan perusahaan-perusahaan otomotif yang listing di bursa efek Indonesia akan kesulitan dalam mendapatkan modal bagi perusahaannya. Apalagi kebanyakan investor baik asing maupun investor domestik yang bermain di pasar bursa bermain dalam jangka pendek saja.
3. Alasan keterkaitan pengaruh krisis global terhadap industri otomotif di Indonesia adalah karena di Indonesia sekitar 80% pembelian kendaraan dilakukan dengan cara kredit.
Perhitungan suku bunga sangat menentukan keputusan membeli masyarakat oleh karena adanya penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu suku bunga bank dalam bentuk pinjaman sekarang ini sedang tinggi-tingginya sehingga kebanyakan konsumen-konsumen otomotif memilih untuk berpikir dua kali sebelum melakukan pembelian kendaraan bermotor dengan cara kredit.
4. Ketergantungan pada komponen-komponen impor goyahkan dunia otomotif.
Ketergantungan pada impor komponen memang besar karena industri otomotif nasional masih tergantung dalam hal bahan baku, pengembangan teknologi, hingga pemasaran komponen tersebut. Untuk bahan baku Indonesia masih sangat bergantung terbukti menurut artikel yang kami dapatkan, dikatakan bahwa untuk PT Honda Prospect Motor (HPM) baru 40 persen menggunakan komponen lokal, sisanya harus impor. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan sektor industri kita ini membuat kita harus mengimpor barang baku dari luar negeri dengan menggunakan dollar. Dengan melemahnya harga dollar ini maka kita harus mengeluarkan uang lebih besar untuk mendatangkan komponen-komponen tersebut.
Analisis
Kesimpulan yang dapat diambil adalah krisis financial global yang terjadi di Amerika berdampak pada industri otomotif. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya penurunan industri otomotif di Indonesia adalah:
1. Terjadinya penurunan nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar US (penurunan daya beli masyarakat).
Solusinya adalah mau tidak mau produsen kendaraan harus menurunkan jumlah produksi mereka, serta kendaraan-kendaraan yang diproduksi hendaknya lebih bersifat ramah terhadap kantong konsumen, misalnya memproduksi kendaraan yang memerlukan bahan bakar yang irit.
2. Sentimen negatif melalui pasar uang, dan penurunan arus kas modal/dana ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Solusinya diharapkan kepada para investor agar tidak bertindak panik terhadap isu-isu negatif yang belum tentu kebenarannya. Akan tetapi kesemuanya itu hanya dapat kita kembalikan kepada sikap masing-masing investor. Melihat dari masih kecilnya modal yang terkumpul di dalam pasar bursa kita, sehingga kepanikan sedikit saja akan memperparah keadaan bursa. Apabila kepanikan ini tidak terjadi untuk waktu dekat perusahaan-perusahaan otomotif dapat menggunakan modal dari penjualan sahamnya lebih lama (jangka panjang) dalam rangka mengatasi dampak yang mungkin timbul dari isu yang terjadi.
3. Alasan keterkaitan pengaruh krisis global terhadap industri otomotif di Indonesia adalah karena di Indonesia sekitar 80% pembelian kendaraan dilakukan dengan cara kredit.
Solusinya dengan menyeleksi konsumen yang benar-benar memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban mereka. Sehingga tidak terjadi kredit macet yang akhir-akhir ini banyak terjadi, tidak seperti sebelum krisis yang pada umumnya memberikan kredit yang sangat mudah kepada para calon pembeli.
4. Ketergantungan pada komponen-komponen impor goyahkan dunia otomotif.
Solusinya agar industri otomotif di Indonesia harus berkembang dan berubah dengan mulai memproduksi komponen yang dibutuhkannya sendiri tanpa bergantung pada impor dari luar negeri. Dengan begitu maka industri kita akan lebih mandiri sehingga lebih kuat dalam menghadapi krisis financial ini. Mungkin yang lebih efektif adalah adanya peraturan dari pemerintah seperti penggunaan 40 % komponen dalam pembuatan mobil di Indonesia harus menggunakan komponen-komponen lokal.
PENDAHULUAN
Saat ini, perkembangan transportasi umum di dunia sedang mengalami kemajuan pesat. Transportasi umum meliputi transportasi darat (kereta api), transportasi laut (kapal laut), dan transportasi udara (pesawat). Tak terkecuali di Indonesia, perkembangan transportasi umum pun dapat dilihat dari banyaknya perbaikan fasilitas, perbaikan tempat, penambahan jumlah armada transportasi, serta perbaikan dan penambahan rute serta jadwal keberangkatan transportasi umum. Transportasi umum kini dianggap sebagai kebutuhan manusia. Selain itu, menggunakan transportasi umum dirasa lebih bermanfaat karena dapat mengurangi jumlah polusi dan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan setiap harinya, bebas energi, meningkatkan kesehatan karena harus berjalan ketempat perhentiannya, serta penghematan biaya.
Pesatnya perkembangan teknologi transportasi umum tidak lepas dari masalah kecelakaan transportasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2013 tentang Investigasi Kecelakaan Transportasi pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa:"Kecelakaan transportasi adalah peristiwa atau kejadian pengoperasian transportasi yang mengakibatkan kerusakan sarana transportasi, korban jiwa, dan / atau kerugian harta benda."Kecelakaan transportasi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor alam (cuaca atau bencana alam), faktor manusia (human error), atau faktor teknologi (kerusakan pada transportasi itu sendiri). Krisis komunikasi yang terjadi yang terjadi pada Lion Air bersumber dari krisis operasional (pesawat mengalami gangguan) yang kemudian mengganggu jadwal penerbangan keseluruhan armada maskapai tersebut sehingga menjadi krisis pelayanan kepada pelanggan. Sontak krisis pelayanan pun berubah menjadi krisis komunikasi. Krisis komunikasi Lion Air ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan juga oleh komunitas praktisi corporate communication.
Selain kecelakaan, penerbangan Lion Air juga mencatat banyak keterlambatan. Dan pada 2012, penerbangan ini memecat dua pilot karena tertangkap menggunakan obat bius. Di tengah catatan perbaikan keselamatan yang dilakukan pemerintah Indonesia, Uni Eropa mencabut larangan sejumlah penerbangan Indonesia. Namun David Gleave menyatakan keraguan terkait kemajuan dalam langkah keselamatan ini. "Uni Eropa mencabut larangan penerbangan Indonesia namun itu dilakukan berdasarkan penilaian badan pengawasan (Indonesia), dan bukan penerbangannya sendiri
Kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang terjadi pada 29 Oktober 2018 merupakan kecelakaan penerbangan terparah kedua sejak Garuda Indonesia Airbus A300 di Medan pada 1997 dengan 234 penumpang dan awak meninggal. Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta menuju Pangkal Pinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkal Pinang. Danang Mandala Prihantoro Selaku Corporate Communication Strageic of Lion Air mengatakan setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5'49.052" E 107' 06.628" sekitar Karawang. Pesawat tersebut mengangkut penumpang sebanyak 181 penumpang, dengan perincian 124 penumpang dewasa laki-laki, 54 penumpang dewasa perempuan, 2 anak-anak, dan 1 bayi. Kru pesawat berjumlah tujuh orang. Dua orang penerbang (pilot dan kopilot) serta lima orang kru kabin pesawat. Dalam pesawat tersebut juga mengangkut tiga pramugari yang tengah melakukan pelatihan dan satu orang teknisi.
TEORI
Dengan latar belakang yang telah dikemukakan, maka teori yang digunakan oleh peneliti adalah Teori Situasional Publik (Situational Theory of Public).
Teori Situasional Publik (Situational Theory of Public)
Praktisi PR Sering menggunakan istilah publik untuk populasi massa, yang juga disebut publik umum (general public). Selain dari itu istilah publik juga merujuk kepada kelompok bagi program -- program PR yang sudah direncanakan, khususnya para wartawan, karyawan, konsumen, investor, lembaga pemerintahan dan sebagainya.
ANALISIS
Dalam dunia bisnis harga murah memang menjadi keinginan setiap konsumen, karena di era globalisasi sekarang ini masyarakat cenderung memilih transportasi yang murah karena meningkatnya biaya hidup, akan tetapi perusahaan penyedia barang atau jasa dengan harga murah harus tetap memperhatikan kualitas yang diberikan, dalam hal ini Lion Air harus tetap bertahan sebagai maspakai penerbangan dengan biasa murah (Low Cost Carier), tetapi tidak mengesampingkan keselamatan (safety), dan sebagai perusahaan penyedia jasa penerbangan sudah menjadi kewajiban Lion Air untuk menyediakan yang terbaik yakni dengan biaya murah dan kualitas yang baik.
Komentar
Posting Komentar